Dishub Depok bersama Polres Metro Depok memasang pembatas jalan di Jalan Sejajar Rel pada Rabu (17/05/22). (Foto: JD03/Diskominfo)

DepokNews – Dinas Perhubungan (Dishub) bersama Polres Metro Depok melakukan evaluasi penerapan rekayasa lalu lintas (lalin) pembangunan underpass atau jalan terowongan Dewi Sartika. Dishub Kota Depok juga sudah memetakan sejumlan titik kepadatan kendaraan.

Kepala Dishub Kota Depok Eko Herwiyanto mengatakan, berdasarkan pantauan per 18 Mei 2022, penerapan rekayasa lalin memang perlu dilakukan berdasarkan dokumen persetujuan hasil Analisis Dampak Lalu Lintas yang telah diterbitkan oleh Dishub Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, sesuai pengamatan di lapangan antrean kendaraan terjadi di sejumlah titik sepertiJalan Sawangan, Jalan Nusantara, Jalan Arif Rahman Hakim (ARH), Jalan Tanah Baru dan  Pitara.

“Kami sudah menyiapkan mitigasi misalnya dengan melakukan evaluasi personel gabungan dari Satlantas Polres Metro Depok, Dishub dan Satpol PP di beberapa titik, di antaranya Jalan Sejajar Rel, Jembatan Sting, Simpang  Sengon, Simpang  PLN, Bawah Fly over ARH, Simpang Tanah Baru, Simpang Kodim, Jalan Salak ke Jalan ARH, belakang terminal dan terdapat juga petugas yang melakukan mobilisasi,” kata Eko, Jumat (20/05/22).

Dikatakan Eko, pihaknya juga akan melakukan evaluasi terhadap waktu siklus Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL). Sekaligus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, untuk memperhitungkan waktu perjalanan.

Sementara itu, Wakil Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol David Purba menambahkan, sejak awal penerapan, pihaknya telah menyiapkan 35 personel satuan lalin. Begitu juga dari Polsek Beji dan Polsek Pancoran Mas.

Selain itu, ujar dia, dibantu oleh Dishub sebanyak 20 personel dan Satpol PP sebanyak 10 personel.

“Kurang lebih ada 65 personel, mudah-mudahan ini cukup demi melancarkan kegiatan rekayasa jalan. Pembagiannya akan kita bagi shift karena ini selama 24 jam, jadi selama 12 jam untuk setiap orangnya“ katanya.

“Jadi ada satu shift sekitar 15 – 20 orang akan kita bagi. Karena beberapa tempat seperti di Jalan Nusantara, Jalan ARH, Jalan Sejajar Rel itu akan terjadi yang semula satu arah menjadi dua arah jadi akan kita bagi titik tersebut. Lokasi pembangunan akan steril,” tutupnya.

sumber : depok.go.id