DepokNews — Zainudin Amali, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, meresmikan Gedung Sarana Olah Raga (SOR) di Kampus Universitas Indonesia (UI), Depok. Sebelumnya, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (NKB) antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan UI.

Dalam pidato sambutan, Zainudin Amali menyatakan kegembiraan atas hadirnya sarana olahraga di UI ini dan berharap dapat menjadi tempat berlatih bagi sivitas akademika UI, baik mahasiswa, dosen, dan lainnya.

Ia menyampaikan bahwa di berbagai negara, prestasi olahraga banyak yang lahir dari perguruan tinggi. Bahkan, di beberapa perguruan tinggi, prestasi olahraga sudah dikonversi menjadi prestasi akademik.

“Mudah-mudahan UI menuju ke sana, terutama dalam pembinaan talenta dan bibit yang menjadi sumber atlet elit nasional. Karena kalau tidak, maka agak kurang minatnya anak muda menjadi atlet,” ujarnya.

Pada Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 86 Tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), Indonesia mencanangkan satu target yang terukur dan bisa dicapai pada Olimpide dan Paralimpide tahun 2044 yang bertepatan dengan 100 tahun Indonesia merdeka, dan Indonesia berada di 5 besar dunia.

“Awalnya, tak masuk di akal saya bagaimana dengan prestasi sekarang bermimpi ada di peringkat 5 dunia. Ternyata target tersebut sudah berdasarkan kajian ilmiah bersama akademisi dan praktisi olahraga, ada hitungannya dan yang meghitung adalah profesor,” ujarnya.

Ia menambahkan, “Itu dicapai kalau kita fokus kepada cabang olahraga (cabor) yang sesuai fisik orang Indonesia, dan merumuskan cabor yang mengandalkan teknik dan akurasi, sehingga lahirlah 14 cabor di DBON dan tiga cabor yang disukai masyarakat Indonesia, yang dimasukkan dalam kelompok sport industry,” kata Menpora RI.

Menanggapi hal ini, Rektor UI, Prof. Ari Kuncoro mengatakan bahwa kerja sama antara UI dan Kemenpora ini utamanya akan dilakukan dalam bidang riset.

“UI siap membantu menyusun kajian big data analysis dan sport management dalam mengukur sumbangsih dampak multiplier effect secara ekonomi kegiatan-kegiatan olahraga di tanah air, seperti pelaksanaan liga sepakbola, ajang Pekan Olahraga Nasional (PON), dan kegiatan lainnya.

Riset ini dapat dilakukan secara multidisiplin oleh peneliti-peneliti dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom), Fakultas Teknik (FT), dan rumpun ilmu lainnya,” ujar Prof. Ari.

Previous articleSelain Dengan Spanduk, Warga Beji juga Menyampaikan Terima Kasih kepada PKS dari Angket Quisioner
Next articleTerkait Ahmadiyah, MUI Depok Bersurat Ke Wali Kota Depok