Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Metro Depok

Hadiri Peluncuran Program Jaga Ginjalmu Indonesia, Sekda Depok : Tingkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat

badge-check


					Sekda Kota Depok, Supian Suri memberikan sambutan pada acara peluncuran Program Jaga Ginjalmu Indonesia di SD Negeri Depok Baru 3, Kecamatan Pancoran Mas, Jumat (08/09/23). (Foto: Diskominfo). Perbesar

Sekda Kota Depok, Supian Suri memberikan sambutan pada acara peluncuran Program Jaga Ginjalmu Indonesia di SD Negeri Depok Baru 3, Kecamatan Pancoran Mas, Jumat (08/09/23). (Foto: Diskominfo).

DepokNews – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok, Supian Suri menyambut baik peluncuran Program Jaga Ginjalmu Indonesia di SD Negeri Depok Baru 3. Menurutnya, ini kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok berterimakasih kepada Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia yang menginisiasi kolaborasi kerja dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat, ini suatu upaya preventif terhadap penyakit ginjal,” ujarnya saat sambutan peluncuran program tersebut, di SD Negeri Depok Baru 3, Jumat (08/09/23). 

Bang SS sapaannya, mengatakan, gangguan pada ginjal tidak hanya diderita oleh orang dewasa namun kini sudah menyerang anak-anak. Pemkot Depok, imbuhnya, menaruh perhatian besar terhadap kesehatan anak-anak, oleh karena itu dikeluarkan berbagai kebijakan strategis.

“Kita ketahui memprihatinkan masalah sakit ginjal tidak hanya dewasa tapi anak-anak juga. Pemerintah hadir ini kerja bareng, termasuk orang tua punya tanggung jawab terhadap anaknya untuk mewujudkan anak yang sehat, generasi hebat ke depannya,” katanya.

Salah satu kebijakan Pemkot Depok untuk mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakatnya adalah mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Terdapat tujuh tempat kawasan larangan merokok, termasuk area sekolah.

“Pemkot Depok juga tidak mengizinkan Billboard digunakan untuk promosi iklan rokok. Kami sulit melarang orang berhenti merokok, tapi kami berupaya untuk mempersempit area larangan merokok,” papar Bang SS. 

Dirinya menjelaskan, Teori Blum menyebutkan bahwa derajat kesehatan ditentukan oleh 40 persen faktor lingkungan, 30 persen faktor perilaku. Kemudian 20 persen faktor pelayanan kesehatan dan 10 persen faktor genetika (keturunan).

“Sarana prasarana kesehatan terus kita penuhi melalui posyandu yang saat ini sudah mencapai 1.055 melebihi jumlah RW ada 925 RW, harapannya lebih mudah memonitor Kesehatan warga dari bayi sampai lansia,” jelas Supian.

“Hari ini yang kita launching bagian dari perilaku sehat mulai anak-anak jajan sehat, harus hobi olahraga, tidur yang cukup. Karena kami punya harapan besar kepada mereka untuk keberlangsungan Indonesia ke depannya makanya harus jaga kesehatan,” pungkasnya.

Sumber : depok.go.id

Facebook Comments Box

Read More

Sambut Ramadan, Pelatihan Imam Muda dan Tahsin Al-Qur’an Digelar di Limo Depok

2 February 2026 - 15:43 WIB

80 ASN Depok Ikuti Layanan Digitasi dan Enkapsulasi untuk Lindungi Arsip Penting

27 November 2025 - 12:19 WIB

KABAR GEMBIRA UNTUK PELAJAR & SANTRI DI KOTA DEPOK! Kacamata Minus Besar FULL GRATIS di OPTIK SEJAHTERA

8 September 2025 - 07:34 WIB

DPC PKS Sukmajaya Gelar Donor Darah Bersama PMI Kota Depok

31 August 2025 - 16:52 WIB

Semarakkan HUT RI Optik Sejahtera Berbagi Kacamata GRATIS untuk Guru Depok

27 August 2025 - 05:50 WIB

Trending on Headline