Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

ICIS Soroti lambannya Sikap PBB atas Kekerasan Di Myanmar

badge-check


					ICIS Soroti lambannya Sikap PBB atas Kekerasan Di Myanmar Perbesar

DepokNews–Kasus kekerasan yang terjadi di Myanmar pada terhadap kaum muslim Rohingnya terus dipertanyakan. Sikap tersebut datang dari Direktur International Conference of Islmic Scholar (ICIS) Dr. Arif Zamhari. Dirinya menyoroti lambannya sikap Persatuan Bangsa-Bangsa atas terjadinya etnic cleansing yang dilakukan oleh rezim militer Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

“Ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan besar Yang dilakukan secara resmi oleh sebuah rezim pemerintah. Peristiwa ini sama halnya dengan pembantaian puluhan ribu orang etnik Muslim Bosnia oleh komandan militer Serbia, Ratko Mladic,”ujarnya saat di Pesantren Al-Hikam, Kukusan, Beji.

Menurutnya, dalam kasus Ratko Mladic kemudian diseret ke Mahkamah international dan dijatuhi hukuman seumur hidup. Terkait hal itu, dirinya mendesak agar Pengadilan Internasional harus menyeret para pelaku pembantaian etnik Rohingya. Yaitu: agar segera diadili ke Mahkamah Internasional dan diberkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. Siapapun pelakunya harus mempertanggung jawabkan perbuatan biadabnya.

“Atas kejadian tersebut, Negara-negara Asean dan dunia harus memberikan sangsi politik serta ekonomi yang tegas terhadap pemerintah Myanmar. Negara-negara superpower dunia perlu bersikap Adil terhadap peristiwa kemanusiaan ini,”kesalnya.

Menurutnya, kebiadaban seperti ini yang terjadi di Myanmar tidak bisa dibiarkan. Untuk itu, lanjutnya, pelanggaran atas hak-hak asasi manusia ini secepatnya harus dihentikan dengan menindak tegas Pemerintah Myanmar.

“Apapun agamanya suku Rohingya adalah manusia yang perlu mendapatkan penghormatannya sebagai manusia. Tentunya, mereka perlu diperlakukan secara Adil Dan beradab sebagai manusia,”terangnya.

Pihaknya menyesalkan atas lamban dan lemahnya PBB dan Negara-negara lain. Terlebih lagi, lanjutnya, dalam memutuskan dan menyelesaikan kasus pembantaian etnik Rohingya Di Myanmar. “Kita menyesalkan lambannya sikap PBB dan dunia atas kekerasan yang terjadi di Myanmar. Sudah bukan menjadi rahasia lagi yang menjadi korbannya adalah orang muslim,”jelasnya.

Dalam kasus Rohingnya, wilayah di Indonesia sering menjadi sasaran atau daerah pengungsian. Bahkan, sejumlah Lembaga Sosial dan Kemanusiaan di Indonesia juga melakukan penggalangan dana untuk muslim Rohingya.

Facebook Comments Box

Read More

Hj. Iin Nur Fatinah Gelar Pengawasan Pemerintah Bersama Pembina dan Guru Ngaji di Sukmajaya

29 June 2026 - 11:52 WIB

Hj. Iin Nur Fatinah Bersama Gema Keadilan Gelar “Panggung Keren”, Padukan Edukasi dan Pelestarian Budaya Betawi-Melayu

29 June 2026 - 11:42 WIB

Hj. Iin Nur Fatinah Gelar Agenda Pengawasan Pemerintah Bersama Pengurus Organisasi Kecamatan Pancoran Mas

29 June 2026 - 11:38 WIB

KEGIATAN ABDIMAS : PEMBERIAN PENYULUHAN PERAN MEDIA SOSIAL SEBAGAI “PENGHASIL CUAN” PADA PENJUALAN ONLINE BAGI SISWA YAYASAN BINA INSAN MANDIRI DEPOK

29 June 2026 - 11:31 WIB

134 PJRW se-Kecamatan Tapos Dilantik, DPC PKS Tapos Siap Perkuat Pelayanan hingga Tingkat RW

29 June 2026 - 05:39 WIB

Trending on Ragam