Konflik Tata Ruang di Depok: Ketika Ruko dan Perumahan Baru Menggerus Resapan Air di Wilayah Cilodong

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

Dirinya juga menyampaikan, dalam melihat dunia nyata saat ini, ia merasa miris. Anak anak terkadang lupa dengan perjuangan orang terdahulu. Anak anak sekarang sudah tenang dengan gadget.
“Tanpa perlu mereka bersosialisasi secara langsung, tanpa harus berinteraksi dengan teman sebayanya mereka sudah nyaman dengan dunia gadgetnya sendiri. Kalau sudah seperti itu, bagaimana mereka mau mengetahui sejarah perjuangan para pahlawan kita? Nah, ini yang menjadi kesadaran kita sebagai orang tua,” ujar Idris beberapa waktu lalu kepada awak depoknews.id.
Sebab, kita berpikir tidak hanya untuk hari ini. Akan tetatapi kita berpikir juga untuk masa depan. Kita bisa bayangkan sekarang anak kita dirusak dengan hal-hal negatif. “Seperti yang kita ketahui, di media banyak pemberitaan bahwa anak-anak kita kini telah mejadi korban. Korban perusakan moral dan akhlaknya, salah satunya dengan hal yang merusak anak bangsa yaitu PCC dan apalah. Oleh sebab itu, kita sebagai orang tuanya harus selalu memantau mereka agar tidak terjerumus keburukan dan hanya mementingkan dunia semata,” tambah lelaki yang biasa disapa Kyai tersebut.Maka dari itu, perlunya dukungan dan imbauan ataupun pengetahuan kepada anak agar ia dapat membedakan mana yang baik dan tidak. Bahkan peran orang tua juga wajib untuk mendukung kreatifitas anak agar ia dapat maju serta tumbuh dan berkembang.
“Kemarin kita dapatt info ada anak yang mendapatkan penghargaan nasional startup terbaik. Kabarnya pula dia juga akan bertempur dg startup startup yg lain di tingkat internasional. Dulu pun ada anak Depok yang aktif di Amerika Serikat atau New York. Nah inilah salah satu contoh sikap positif yang seharusnya anak bangsa lakukan,” tandasnya terlihat bangga dengan prestasi anak Depok.