Konflik Tata Ruang di Depok: Ketika Ruko dan Perumahan Baru Menggerus Resapan Air di Wilayah Cilodong

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

Oleh karena itu, Pemerintah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Sayembara Perancangan Ruang Terbuka Hijau (Taman Kota Dan Alun-Alun) Kota Depok Tahun 2017, Senin (2/10/2017). FGD berlangsung di Aula Bougenvile Balaikota Depok, dihadiri oleh Ketua Ikatan Arsitektur Indonesia Provinsi Jawa Barat, Ketua Ikatan Arsitektur Lansekap Indonesia Provinsi Jawa Barat, Kepala Departemen Arsitektur Universitas Indonesia, dan Praktisi serta OPD yang terkait.
Melalui sayembara tersebut, Walikota berharap FGD dapat memberikan pemahaman yang komprehensif terkait dengan penyediaan RTH, serta dapat menguatkan motivasi untuk terus berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik. “Kami (pemerintah) berkomitmen untuk memenuhi ketersediaan Ruang Terbuka Hijau berupa Taman Kota dan Alun-alun di Kota Depok,” ujarnya Terlepas dari itu, Kepala Disrumkin Kota Depok Wijayanto menjelaskan bahwa sayembara yang diadakan tersebut untuk menghasilkan gagasan kreatif dan komprehensif yang akan menjadi dasar perencanaan dan pembangunan RTH. “Sayembara sebagai sarana untuk mengajak masyarakat dalam perancangan RTH, sehingga RTH sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kota Depok,” ujar Wijayanto. Lebih lanjut, Wijayanto juga mengatakan tentang garis besar rangkaian proses pemenuhan RTH, yang mana pada tahun 2020 nanti Taman Kota dan Alun-alun sudah bisa dimanfaatkan. “Tahun ini (2017) adalah sayembara, tahun 2018 mulai membangun infrastuktur dasar, tahun 2019 melengkapi sarpras RTH, dan insya Allah tahun 2020 alun-alun bisa dimanfaatkan,” jelasnya.