Oleh : Ketua Fraksi PKS DPRD Depok H. Moh. Hafid Nasir, Dipl. Ing.

Saudaraku yang in syaa Allah selalu diberkahi oleh Allah di bulan suci Ramadhan ini, tidak terasa kita sudah berada di penghujung bulan suci Ramadhan, mudah-mudahan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan untuk menjalani ibadah puasa. Dan juga mudah-mudahan Allah SWT senantiasa memberikan hidayahnya kepada kita selaku umatnya serta senantiasa selalu dalam perlindungannya. Aammiinnn ya rabbal alamin.

Tidak terasa Ramadhan kali ini sudah berada di ujungnya, sebentar lagi bulan suci Ramadhan kali ini akan begitu saja meninggalkan kita semua. Mudah-mudahan ibadah puasa yang kita jalankan dari awal hingga akhir di bulan suci Ramadhan nanti, diterima Allah SWT. Aaammiin ya rabbal alamin. Maka dari itu sebelum Ramadhan kali ini meninggalkan kita semua, mari kita tingkatkan kualitas ibadah kita agar ketika Ramadhan telah usai kita menjadi manusia-manusia yang bertaqwa.

10 hari pertama sudah kita lewati bersama, mudah-mudahan 10 hari pertama yang sudah dilalui kita semua mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Kemudian 10 hari keduapun sudah kita jalani, mudah-mudahan Allah SWT berikan Ampunan kepada kita semua selaku umatnya. Kini sudah tiba di 10 hari terakhir yang dimana keutamaannya di 10 hari terakhir ini ialah Allah SWT memberikan pembebesan dari api neraka. Mudah-mudahan kita semua di 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan ini mendapatkan ampunan yang luas tersebut dari Allah SWT.

Pada 10 hari terakhir ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk kita meningkatkan kualitasa ibadah kita kepada Allah SWT dan memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah kita semua perbuat. Keistimewaan 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan tidak boleh kamu sia-siakan. Apalagi, pada 10 hari terakhi ini Allah SWT telah memberikan pembebasan api neraka bagi umatnya yang meningkatkan kualitas ibadahnya dan memohon ampun.

Rasulullah SAW bersabda dalam hadistnya yaitu :Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, ia berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda:”Awal bulan Ramadhan adalah Rahmat, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya ‘Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).”

Tidak seperi kita yang dimana pada 10 hari terakhir sebagian orang malah sibuk untuk memikirkan hari raya, mudik untuk berkunjung ke kerabat ataupun baju baru ketika lebaran, Rasulullah SAW malah lebih giat untuk beribadah di penghujung bulan suci Ramadhan. Dan juga semangat kala itu tentunya Rasulullah SAW juga ingin mendapatkan malam Lailatul Qadr. Maka dari itu sudah sepatut kita sebagai umatnya untuk senantiasa mengikuti apa yang telah beliau ajarkan kepada kita semua.

Ada hadits yang disebutkan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani dalam Bulughul Marom, yaitu hadits no. 698 :
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” Muttafaqun ‘alaih. (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174).

Dari hadist diatas menunjukkan bahwasanya itulah keutamaan amalan di 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan. Dikarenakan 10 hari terakhir ini memiliki banyak sekali keistimewaan dalam beribadah dibanding hari-hari lainnya di bulan suci Ramadhan. Ibadah disini mencakup shalat, zikir dan tilawah Al-Qur’an. Selain itu juga di 10 hari terakhir ini umat muslim mendapatkan malam Lailatul Qadr. Aammiinn ya rabbal alamin.

Wallahua’lam