H. Moh. Hafid Nasir, Dipl. Ing.

Oleh : Ketua Fraksi PKS DPRD Depok H. Moh. Hafid Nasir, Dipl. Ing.

Saudaraku yang semoga selalu dalam lindungan Allah SWT. Marilah kita panjatkan puji dan syukur atas karunia Allah SWT yang telah memberikan kita berbagai kenikmatan yang tidak terhitung jumlahnya, sampainya kita di bulan suci Ramadhan 1443 Hijriyah, tidak lain dan tidak bukan merupakan bentuk kasih sayang dari Allah SWT selaku Tuhan semesta alam.

Sebagai seorang hamba, kita pasti berharap puasa yang kita lakukan diterima serta mendapatkan pahala dari Allah SWT. Namun tidak sedikit pula kaum muslimin yang berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan haus karena tidak menjauhi larangan-larangan yang telah Allah SWT tetapkan ketika berpuasa. Supaya niat puasa kita semakin lurus hanya karena Allah SWT serta semakin bersemangat menjalankan puasa, maka kita harus mengetahui keutamaan puasa Ramadhan.

عن أبي هريرة رضي الله عنه يقول: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: قال الله عز وجل: كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به. والصيام جنة فإذا كان يوم صومكم فلا يرفث ولا يسخب فإن سابه أحد أو قاتله فليقل إني امرئ صائم. والذي نفس محمد بيده لخلوف فم الصائم أطيب عند الله يوم القيامة من ريح المسك وللصائم فرحتان يفرحهما إذا أفطر فرح بفطره وإذا لقي ربه فرح بصومه. “رواه مسلم”

“Dari Abu Hurairah Ra, katanya Rasulullah saw bersabda, “Allah Azza wa Jalla berfirman “semua amal perbuatan anak adam adalah milik-Nya (dapat dicampuri hawa nafsu), kecuali puasa. Dia adalah untuk-Ku dan aku sendiri yang akan membalasnya. Puasa itu merupakan perisai, maka jika seseorang sedang berpuasa, janganlah berkata keji atau ribut. Kalau seseorang mencaci maki padanya atau mengajak berkelahi, maka hendaknya dikatakan kepadanya “Sungguh aku sedang berpuasa”. Demi Allah yang jiwa Muhammad di tangan-Nya bau mulut orang yang berpuasa bagi Allah di hari kiamat adalah lebih harum dari bau minyak kesturi. Dan untuk orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan, yaitu : ketika akan berbuka puasa dan ketika akan menghadap Allah, bergembira akan menerima pahala puasanya (HR. Muslim)

Dari hadist diatas kita dapat menyimpulkan bahwa puasa merupakan ibadah yang Allah SWT khususnya untuk diri-Nya. Puasa dapat dikatakan sebagai ibadah rahasia antara seorang hamba dengan Allah SWT, dikatakan rahasia karena ketika berpuasa hanya diri sendiri dan Allah SWT yang mengetahui, karena bisa saja ketika sedang sendirian dan tidak ada yang melihat, seseorang berbuka puasa. Sesungguhnya Allah SWT mengetahui segala perbuatan manusia.

Ketika seorang muslim berpuasa karena Allah SWT maka ia akan mendapatkan balasan pahala yang tidak terhingga jumlahnya, tentu hal ini sangat menggembirakan bagi kaum muslimin. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda:

“Allah SWT berfirman: ‘Seluruh amal anak Adam untuknya, kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku, dan Aku yang akan mengganjarnya.” [HR. As-Syaikhân]

Dalam riwayat Muslim:

“Setiap amal anak Adam dilipat gandakan pahalanya sepuluh kali lipat hingga 700 kali lipat. Allah -azzawajalla- berfirman, ‘Kecuali puasa, sesungguhnya ia untuk-Ku, dan Aku yang akan mengganjarnya. Dia meninggalkan nafsu dan makanannya demi Aku.” [HR. As-Syaikhân].

Ketika seorang muslim berpuasa, ia juga mendapatkan dua kebahagiaan yakni ketika berbuka dan ketika bertemu dengan Allah SWT. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

“Orang yang puasa memiliki dua kebahagiaan yang membuatnya berbahagia; bahagia ketika berbuka puasa dan bahagia ketika berjumpa Tuhannya dengan puasanya.” [HR. Syaikhân).

Setelah berpuasa dari masuk adzan subuh hingga masuk adzan maghrib, berbuka merupakan hal yang dinanti-nanti, apalagi ketika cuaca sedang terik dan kita lelah beraktivitas seharian. Selain itu pada hari-hari biasanya kita biasa makan tiga hari sehari namun ketika berpuasa waktu makan hanya ketika sahur dan selepas adzan maghrib.