Ngopi: Antara Ritual Wajib, Manfaat, dan Efeknya

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

( Oleh: Rizka Akmaliyah )
”sebaik-baik usaha adalah orang-orang yang berniaga (pengusaha atau entrepreneur) , yang jika berbicara tidak dusta, jika diberi amanat tidak khianat, jika berjanji tidak meleset, jika membeli tidak mencela (barang yang akan dibelinya), jika menjual tidak memuji-muji (barang yang akan dijualnya), jika berhutang tidak menunda-nunda pembayarannya, dan jika berpiutang tidak mempersulit (orang yang berhutang).” (HR. Baihaqi).
Nabi Muhammad Saw., melalui hadis di atas, mengajarkan kepada kita tentang profesi usaha yang paling baik menurut beliau. Yaitu menjadi pengusaha atau entrepreneur yang berakhlaqul karimah. Pada hadis lain beliau mengatakan : “ para pengusaha (entrepreneur) akan dibangkitkan sebagai pendurhaka, kecuali pengusaha yang bertakwa kepada Allah, yang berlaku baik, dan yang jujur.” (HR. At-tirmidzi). Dari dua hadis di atas, bahwa rosullulah sangat menyukai profesi pengusaha bahkan beliau sendiri seorang yang pengusaha yang berakhlaqul karimah, tapi beliau mengingatkan bahwa pengusaha yang benar adalah pengusaha yang saleh dan shalihah. Menjadi pengusaha saja, tanpa di imbangi dengan akhlaq atau moral yang baik, malah mendapat konotasi yang buruk, yaitu sebagai pendurhaka. Jadi, dengan ajaran sesunggguhnya islam telah memberikan tempat terbaik bagi pengusaha yang bermoral.
Peranan seorang muslim atau muslimah itu untuk kemajuan islam itu sendiri sangatlah penting, seorang muslim itu harus mencontoh segala taktik atau usaha yang dilakukan Rosulullah SAW. Sehingga beliau bisa menjadi seorang milyader dan penemu konsep Manajemen dan Bisnis. Untuk memajukan islam itu sendiri, sebagai seorang muslimah yang mencintai islam kita harus menjalankan segala syariat yang telah diperintahkan Allah dan Rosulnya, sehingga syariat itu tidak akan hilang, dan menjadi pedoman bagi umat islam.
Begitu pun istri rosulollah ibunda khadijah adalah salah satu pengusaha yang sukses dan seorang milyader yang sangat kaya pada zamannya dari kalangan quraisy yang sangat disegani. salah satu caranya adalah ibunda khadijah telah memegang iman tauhid tanpa ternodai oleh berhala-berhala yang kala itu menjadi tuhan orang kafir, jiwa yang bersih itulah merupakan rahasia dalam keberhasilan ibunda khadijah. Terbukti beliau di segani oleh masyarakat sekitar sebagai entrepreneur yang sukses.
Rahasia kesuksesan bisnis ibunda khadijah
“ perumpamaan orang yang menafkahkan harta mereka dijalan Allah adalah seperti dengan butir benih yang menumbuhkan tujuh butir, pada setiap butir seratus biji. Allah terus menerus melipat gandakan bagi siapa saja yang dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunianya) dan Maha Mengetahui.
Berbeda dengan kebanyakan perempuan-perempuan kaya qurasy saat itu yang membelanjakan harta nya hanya untuk bersenang-senang, khadijah mampu membaca peluang pasar agar harta beliau bisa di manfaatkan secara produktif. Selain itu, beliau juga mampu membaca potensi pasar di sekitar.