DepokNews – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKS, Hj. Nur Azizah Tamhid, B.A., M.A., gelar acara Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (Rehabsos RTLH) Tahun 2021.

Acara ini di selenggarakan di Ruang Pertemuan, Kantor Walikota Depok di Jl. Margonda Raya, Pancoran Mas – Kota Depok pada Senin, (8/11). Kegiatan Bimtek ini berlangsung atas Kerjasama Nur Azizah Bersama pihak Kemensos RI, Pemerintah Kota Depok dan Dinas Sosial Kota Depok.

Program Rehabsos RTLH ini merupakan program yang digulirkan oleh Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (PFM), Kemensos RI melalui Rekomendasi Khusus Nur Azizah untuk 100 KPM di Kota Depok dan Kota Bekasi. Yang terbagi menjadi 80 KPM di Kota Depok dan 20 KPM di Kota Bekasi.

Melalui Program ini, Nur Azizah telah menggulirkan dana APBN senilai 2 Milyar untuk masyararakat di Depok dan Bekasi guna merehabilitasi Rumah warga yang tidak layak huni, mejadi layak huni.

Pada kesempatan ini turut hadir Wakil Walikota Depok, IR. H. Imam Budi Hartono, Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Drg. Asloe’ah Madjri, Sub Koordinator Penguatan Fakir Miskin Wilayah 1 Ditjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Haruman Hendarsah, Lurah Pancoran Mas, Lurah Tugu, Lurah Curug, Lurah Kalimulya, Lurah Jatimulya, Lurah Cisalak dan Lurah Mekarjaya, serta Perwakilan 30 KPM.

Pada Kesempatan ini, Nur Azizah turut menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya melalui Kemensos mencanangkan perbaikan RTLH di dua daerah yaitu Bekasi dan Depok yang merupakan Dapil Nur Azizah. Ini merupakan program yang juga di gulirkan oleh seluruh anggota Komisi VIII DPR RI yang berjumlah 50 orang di dapilnya masing-masing.

“Dengan total keseluruhan mencapai 100 unit, rinciannya 80 unit rumah di Kota Depok dan Bekasi 20 unit rumah. Saat ini Rehabsos RTLH di Kota Depok baru terealisasi 30 unit rumah dari 80. Insyaallah akhir tahun ini semua terealisasi, karena itu menggunakan APBN 2021,” kata Nur Azizah.

Program ini turut mendapatkan apresiasi dari Ir. H. Imam Budi Hartono selaku Wakil Walikota Depok, ia mengapresiasi Nur Azizah atas kepeduliannya membangun kesejahteraan warga Depok, salah satunya melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni.

30 KPM yang sudah menerima pencairan dana untuk Rehabsos RTLH ini masing-masing sebanyak 20 juta rupiah, sedangkan sisanya menyusul. Pencairan ini dilakukan secara bertahap sampai akhir tahun 2021. Nur Azizah menegaskan agar dana ini dapat dipergunakan secara optimal, dan ia juga akan terus mengawal agar tidak terjadi pemotongan- pemotongan oleh pihak mana pun.

“20 Juta ini diterima secara utuh dan itu semua di alokasikan untuk keperluan membeli material untuk rehabilitasi rumah. Tidak diperuntukan untuk hal-hal lainnya, apalagi sampai ada pemotongan diluar kebutuhan tersebut. Nanti ada laporannya terperinci, teknisnya akan disampaikan dalam bimtek ini, agar KPM dapat mengalokasikan dana ini dengan sebaik-baiknya”, jelas Nur Azizah.

Selain itu, Nur Azizah juga menjelaskan bahwa program Rehabsos RTLH ini tidak ada alokasi dana untuk tukang, melainkan para KPM sendiri bergotong royong dalam proses rehabnya. Selain itu, pasca rehab rumah ini para KPM juga akan mendapat kesempatan pendampingan program kewirausahaan. Guna membentuk embrio usaha. Sehingga para KPM ini juga dapat mandiri secara ekonomi.

Sementara itu, Sub Koordinator Penguatan Fakir Miskin Wilayah 1 Ditjen Penanganan Fakir Miskin Kemensos, Haruman Hendarsah menuturkan sejumlah faktor menjadi pendukung guna menunjang keberhasilan Rehabsos RTLH. Diantaranya dukungan keluarga dan masyarakat sekitar, lembaga instansi terkait (kelurahan, kecamatan, SDM Kesejahteraan Sosial, Dinsos, dll), Swadaya atau gotong royong, dan kesetiakawanan sosial.

“Kami melakukan pemantauan melalui dua metode, pertama adalah monitoring berbasis web GIS, dan kedua berbasis mobile atau android. Setiap penggunaan dana, si penerima harus melaporkan pada aplikasi Rehabsos Rutilahu yang bisa di download di playstore,” tandasnya.