DepokNews- Saat ini banyak masyarakat yang khawatir akan penyakit hepatitis akut pada anak. Ditambah lagi, kasus Covid-19 masih terus menghantui meski penyebarannya tidak lagi tinggi.

Kasus hepatitis akut belum diketahui penyebabnya tersebut banyak diderita oleh anak. Namun, Anggota Komisi X DPR RI, H. Nuroji mengimbau agar masyarakat tidak panik pada fenomena tersebut.

“Tidak perlu panik, kita lebih kepada pencegahannya saja dulu,” kata Nuroji

Yang ditekankan Politikus Partai Gerindra ini, orang tua perlu meningkatkan kewaspadaan dan mengedepankan langkah preventif, seperti menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terutama bagi anak.

“Kita sudah mengalami jatuh bangun dari pandemi Covid-19. Jaga kebersihan dari mulai diri sendiri, keluarga, dan masyarakat, seperti mencuci tangan yang bersih, tidak jajan sembarangan dan menggunakan alat makan sembarangan,” katanya.

Kemudian, Nuroji meminta agar instansi terkait dapat memberikan peringatan waspada dan mengedukasi masyarakat. Termasuk melakukan sosialisasi ke seluruh fasilitas kesehatan.

Khususnya bagi pasien anak agar segera dikenali gejala dan tanda-tandanya sebagai bentuk kewaspadaan.

Menurut Nuroji, orang tua bisa mengantisipasi dengan memperhatikan kondisi anak saat sakit. Terutama anak berusia di bawah 16 tahun. Bila anak menderita diare, mual, muntah, dan lemas, segera bawa ke rumah sakit.

“Jangan nunggu kuning yang menandakan infeksi di hati cukup besar,” tegasnya.

Kendati fenomena hepatitis misterius tersebut cenderung menjangkiti anak. Tetapi, saat ditanya tentang kebijakan untuk meliburkan sekolah, Nuroji menilai hal tersebut tidak perlu.

“Dulu kan di Depok pernah ada wabah luar biasa, tidak sampai nasional. Apalagi sekarang hepatitis itu belum pandemi, jadi jangan ditakut-takuti seperti itu,” tutup Nuroji.