DepokNews–Di tengah era digital yang terus berkembang, banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menghadapi tantangan besar dalam memasarkan produknya secara efektif. Minimnya pemahaman tentang strategi digital marketing, keterbatasan dalam membuat konten visual yang menarik, serta belum optimalnya pemanfaatan fitur live selling di platform digital menjadi hambatan nyata dalam memperluas jangkauan pasar. Padahal, di era sekarang, kekuatan konten dan interaksi langsung dengan konsumen melalui live streaming dapat menjadi strategi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan meningkatkan penjualan.
Melihat kondisi tersebut, Universitas Gunadarma melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berkomitmen untuk mengambil peran aktif dalam mendorong digitalisasi UMKM sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi terhadap pembangunan ekonomi lokal. Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan workshop bertajuk “Inovasi Pemberdayaan UMKM: Optimalisasi Konten dan Live Selling sebagai Strategi Pemasaran Efektif di Era Digital” yang digelar pada Kamis, 17 Juli 2025, bertempat di Auditorium Lantai 6, Kampus F4 Universitas Gunadarma.

Workshop ini diinisiasi oleh Tax Center Universitas Gunadarma, dan merupakan bagian dari program Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) – Ditjen Risbang Kemdiktisaintek, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pelaku UMKM yang tergabung dalam komunitas UBERMAN (Usaha Berkah dan Mandiri) dari Kelurahan Pondok Cina, Depok.
Acara dibuka secara resmi oleh Dr. Beny Susanti, S.E., M.M., selaku Kepala Tax Center Universitas Gunadarma, setelah didahului sambutan dari sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Nurman Hakim, S.E. (Lurah Pondok Cina), Eko Pandoyo Wisnu Bawono, S.E., M.M. (Kepala KPP Pratama Depok Cimanggis), serta Dr. Ikhwan HS, S.E., M.M., M.Si. (Wakil Ketua Lembaga Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Gunadarma).
Kegiatan ini menjadi ajang sinergi antara akademisi, pelaku UMKM, dan pemerintah dalam upaya bersama mendorong pemberdayaan ekonomi yang lebih adaptif dan berbasis teknologi. Tak hanya menyajikan materi secara teoritis, workshop ini juga menghadirkan berbagai sesi praktik langsung yang aplikatif, mulai dari foto produk, konsultasi pemasaran digital, perancangan konten visual, hingga pelaporan keuangan dan perpajakan. Semua dirancang sebagai langkah nyata untuk membekali UMKM dengan keterampilan yang dibutuhkan di era digital.
Dalam sambutannya, Dr. Beny menyampaikan pentingnya kolaborasi antara kampus, pemerintah, dan pelaku usaha dalam memperkuat kapasitas UMKM. “Transformasi digital bukan sekadar pilihan, tetapi kebutuhan. Oleh karena itu, kami ingin hadir tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pemberdayaan UMKM,” ungkapnya.
Workshop semakin menarik dengan kehadiran Margaretha Chrisna Sari, S.S., seorang content creator, fasilitator bersertifikasi BNSP, serta pemilik usaha RendangDenLapeh.id yang telah mendunia. Ia membagikan kiat-kiat praktis seputar pemasaran digital melalui materi berjudul “Optimalisasi Konten dan Live Selling sebagai Strategi Pemasaran Efektif di Era Digital”. Sesi ini dipandu oleh Dr. Herry Susanto, S.E., M.M. Ketua Program Studi Magister Manajemen Universitas Gunadarma, yang turut menggali diskusi lebih dalam mengenai tantangan dan potensi UMKM di era digital.
Margaretha mengungkapkan bahwa di tengah derasnya arus persaingan digital, menjual produk saja tidak lagi cukup. Para pelaku UMKM dituntut untuk lebih kreatif dan tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga menyuguhkan cerita yang menggugah dan pengalaman yang menyentuh emosi pelanggan. “Sekarang pelanggan membeli cerita, bukan sekadar barang. Siapa yang mampu membangun koneksi emosional lewat narasi produk (storytelling) dan live selling, dialah yang akan memenangkan pasar,” ujar Margaretha. Ia juga menggarisbawahi pentingnya memahami Harga Pokok Penjualan (HPP), strategi penentuan harga yang kompetitif, serta sistem komunikasi pelanggan yang efektif agar bisnis bisa bertahan dan tumbuh secara berkelanjutan.
Tak hanya itu, workshop ini juga menampilkan pemaparan dari Dwi Widiasuti, S.Kom., MMSI., selaku Ketua Tim Hibah Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, yang memperkenalkan Website Katalog UBERMAN. Platform ini dirancang khusus untuk membantu UMKM Pondok Cina memasarkan produknya secara daring melalui katalog online yang menarik, profesional, dan mudah diakses. Dengan tampilan yang bersahabat dan fitur siap promosi, katalog ini diharapkan menjadi pintu gerbang baru menuju pasar yang lebih luas.
Menariknya, peserta tidak hanya menyimak paparan materi. Mereka terlibat langsung dalam berbagai sesi praktik seperti foto produk, konsultasi digital marketing, desain konten promosi, hingga diskusi seputar pelaporan keuangan dan pajak. Seluruh aktivitas ini difasilitasi oleh tim dosen PkM Tax Center Universitas Gunadarma periode ATA 2024/2025, yang turut hadir sebagai pendamping teknis dalam kegiatan.
Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, workshop ini menjadi bukti nyata bahwa program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bukan hanya sebuah kewajiban akademik, melainkan sebuah gerakan perubahan. Melalui sinergi antara ilmu pengetahuan dan kebutuhan riil masyarakat, Universitas Gunadarma sekali lagi menunjukkan komitmennya sebagai pionir penggerak ekonomi rakyat berbasis teknologi untuk mewujudkan kemandirian pelaku usaha lokal dalam ekosistem digital yang kompetitif dan berdaya saing tinggi.






