Ditulis oleh Mahargyantari Purwani Dewi
DepokNews –Pengabdian Masyarakat : Dampak Kecanduan Gadget Terhadap Kesehatan Fisik dan Mental
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (Abdimas) Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma melakukan kegiatan untuk memberikan psikoedukasi mengenai dampak dan pencegahan agar dapat terhidar dari kecanduan gadget kepada anggota Karang Taruna di Kelapa Dua Wetan, yang dilaksanakan pada tanggal 5 Juli 2025. Kegiatan abdimas ini juga memberikan pemahaman bagaimana cara bijak dalam menggunakan internet dan mendapatkan manfaat positif dalam penggunaanya serta terhindar dari dampak negative. Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, tentang dampak negatif kecanduan gadget terhadap kesehatan fisik dan mental. Kegiatan ini juga bertujuan memberikan solusi dan strategi pengelolaan penggunaan gadget yang sehat dan seimbang. Ada beberapa dampak yang dapat terjadi jika indvidu mengalami kecanduan gadget yaitu dampak secara fisik dan mental. Dampak fisik dari kecanduan gadget adalah: Gangguan penglihatan, seperti kelelahan mata, sakit kepala, dan gangguan penglihatan jarak dekat akibat paparan layar gadget yang berlebihan (Kamaruddin dkk, 2023). Gangguan tidur, karena cahaya biru dari layar gadget mengganggu produksi hormon melatonin yang mengatur siklus tidur, menyebabkan kualitas tidur menurun dan kelelahan di siang hari. Masalah postur tubuh, termasuk nyeri leher, punggung, dan bahu akibat posisi tubuh yang tidak ergonomis saat menggunakan gadget (Goenawan, 2025). Risiko obesitas, karena kecanduan gadget membuat anak kurang aktif secara fisik. Selanjutnya dampak mental dari kecanduan gadget adalah: Kecanduan gadget (nomophobia) yang menyebabkan ketergantungan psikologis dan sosial, serta menurunkan produktivitas dan kualitas hidup, gangguan kesehatan mental seperti stres, kecemasan, dan depresi yang dipicu oleh tekanan sosial dan kecemasan kehilangan gadget, gangguan konsentrasi dan penurunan motivasi belajar, yang berdampak pada prestasi akademik, gangguan fungsi Pre Frontal Cortex (PFC) yang mengontrol emosi, kontrol diri, dan pengambilan keputusan, sehingga anak menjadi sulit mengendalikan diri dan emosinya, isolasi dan kesulitan berinteraksi dengan lingkungan sekitar karena kecanduan gadget membuat anak lebih suka menyendiri dan berinteraksi secara virtual.






