DepokNews-Pesantren As-Saadah menggelar acara penyuluhan bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Hal itu dibenarkan
Kepala Madrasah Aliyah Wahid Hasyim yang juga Pengurus Pesantren Assaadah. Ust. Triyono, M.Pd. Menurutnya, acara yang diikuti 220 santri putra dan putri ini merupakan kerjasama antara Pesantren As-Saadah dan Polresta Depok. “Kita ingin memberikan wawasan dan pengetahuan pada santri tentang bahaya narkoba serta kenakalan remaja. Meski para santri tinggal di Pesantren, harus dibentengi dari pengaruh negatif. Terlebih lagi dengan kemajuan teknologi bisa dengan mudah mempengaruhinya,”jelasnya seusai acara di Pesantren As-Saadah, Pondok Terong, Cipayung.

Menurutnya, perlunya membekali para santri karena para pengedar narkoba melakukan aktivitas berbagai cara. Pasalnya, banyak yang anak remaja tidak paham dengan pergaulan saat ini. Ia mencontohkan, modus penyebaran narkoba melalui makanan kecil, permen, atau jajanan anak dll. “Karena sifat zat adiktif membuat ketagihan, maka berbagai cara mereka lakukan untuk mendekati korban. Apalagi, kenakalan remaja itu kan tidak mengenal Pesantren,”katanya.

Triyono menuturkan, masa remaja merupakan masa pencarian jati diri. Sehingga, banyak gejolak pafa masa remaja dan melampiaskan energi bukan pada tempatnya. Untuk itu, lanjutnya, perlu disalurkan ke arah yang positif. Dirinya menilai, Pesantren yang dibatasi pergaulannya juga mempunyai dampak positif dan negatif. “Positifnya cepat menyerap ilmu, negatifnya ada potensi karena merasa terkekang saat libur dia melampiaskan kebebasannya,”katanya.

Dikatakannya, para santri memiliki background yang bermacam-macam. Ia mencontohkan, ada santri berasal dari latarbelakang agamis, umum dan lainnya. Bahkan, lanjutnya, ada sebagian anggapan memasukkan ke Pesantren supaya anaknya tidak nakal di rumah. “Pesantren sebagai lembaga Pendidikan Islam yang mengajarkan karakter, ilmu, akhlak, sikap kemandirian dengan kualitas yang baik. Namun, tetap perlu diberikan wawasan bahaya narkoba dan kenakalan remaja. Harapannya, anak santri agar tahu batasannya dan tidak terbawa arus,”katanya.

Salah satu peserta kegiatan, Nabila mengaku sangat antusias. Pasalnya, menjadi paham tentang bahaya narkoba dan kenakalan remaja. “Alhamdulillah, kita berada di lingkungan Pesantren yang mengajarkan tentang ilmu dan akhlak,”terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Pengasuh Pesantren As-Saadah KH. Muhammad Abdul Mujib, dan narasumber dari Polresta Depok Warsito. Acara berlangsung lancar dan dinamis. Para peserta antusias mengikuti kegiatan dan banyak sesi pertanyaan.

Previous articleBantu Pelaku Usaha Lebih Maju, Disperdagin Depok Berikan Fasilitas Permohonan Merek Gratis
Next articleRelawan DPD PKS Depok Melakukan Pelayanan Kesehatan di Desa Limbangan Sari, Cianjur