DepokNews- Usai Peraturan Daerah Kota Depok tentang Pembangunan Kepemudaan adalah penyusunan rencana aksi daerahnya. Agar amanat perda segera bisa tereksekusi secara sistematis.

Berdasarkan alur perencanaan maka yang terdekat dapat didukung oleh Anggaran Belanja Tambahan ( ABT ) 2022.

Anggota Komisi D DPRD Depok Farida Rachmayanti mengatakan, urusan pembangunan kepemudaan memang lintas sektoral. Bukan tanggung jawab Dinas Pemuda Olah Raga Pariwisata dan Budaya saja.

Sehingga untuk pemyusunan RAD nya dibutuhkan sinergi dan kolaborasi lintas perangkat daerah.

“Fraksi PKS Depok mendorong Bappeda untuk mengambil peran dalam pengkoordinasiannya,” kata Farida.

Fakta data demografi Kota Depok menunjukkan jumlah pemuda yakni usia 16-30 tahun signifikan. Dalam konteks bonus demografi ini harus kita kelola sunguh-sungguh.

“Agar mereka dapat berkontribusi optimal sebagai pelaku pembangunan,” ujarnya.

Hal terpenting yang harus disiapkan dalam penyusunan RAD adalah data spesifik rentang usia 16-30. Sebagaimana yg tertuang di dalam perda maka variabel data yang dibutuhkan mengacu kepada dua indikator pembangunan kepemudaan yakni Indeks Pembangunan Pemuda dan Kota/Kabupaten Layak Pemuda.

Pengukuran Indeks Pembangunan Pemuda ini memang menjadi domainnya Provinsi. Namun bisa kita jadikan acuan pilihan variabel data untuk mengetahui kondisi pemuda Depok dari 4 permasalahan, yakni pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, kesempatan dan lapangan kerja serta gender dan diskriminasi.

Dari kelima hal tersebut secara teknis dapat digali bagaimana misalnya kondisi rata-rata lama sekolah, harapan lama sekolah, tingkat pengangguran terbuka, dan lainnya.

Beberapa data lainnya bisa diambil dari sudut pandang Kota Layak Pemuda. Misalnya terkait pemuda yang terpapar narkoba dan HIV Aids, data pemuda yang memgikuti pendidikan non formal, dan wirausahawan muda.

“Berdasarkan data eksis, maka RAD disusun meliputi kebijakan, program maupun kegiatan. Yang pada akhirnya dijadikan acuan bagi penyelesaian permasalahan pemuda secara terintegrasi, sistematis serta berkesinambungan dalam interval waktu tertentu,” tandasnya.