Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Rama Pratama Yakin Bersama Anak Muda Dobrak Kebuntuan di Kota Depok

badge-check

Depoknews.id – Salah satu warga Kota Depok yang mulai mensosialisasikan dirinya di ajang Pilkada 2020, Rama Pratama mulai melansir beberapa pemikirannya untuk memperbaiki kota Depok.

“Perubahan selalu lahir dari tangan anak-anak muda. Mereka adalah generasi baru dengan gagasan dan cara kerja yang segar. kami berjanji bersama generasi muda akan bekerja di luar kebiasaan dan bertindak mendobrak kebuntuan,” kata Rama Pratama kepada Depoknews, Ahad 12 Januari 2020.

Menurut salah satu tokoh mahasiswa yang menggulirkan reformasi itu, anak-anak muda selalu bisa menemukan jalan meski di tengah keterbatasan.

“Semangat mereka telah memberi energi dan inspirasi untuk membawa kesegaran untuk Depok. Saya berharap kita bisa bersama dalam barisan untuk membangun masa depan,” tambah mantan Ketua Senat Mahasiswa Universitas Indonesia 1997-1998 itu.

Ketika didesak apa terobosan-terobosan yang akan ditawarkan untuk memperbaiki Kota Depok, Rama mempersilahkan publik mengikuti akun youtube dan fanpage facebook Rama Pratama dengan tagar #SegarkanDepok yang akan merilis secara berseri video-video tentang Depok dan pemikiran-pemikirannya.

Rama dalam beberapa hari terakhir di akun youtube dan fanpage facebooknya telah merilis dua video. Video pertama berisi penegasannya bekerjasama dengan anak-anak muda untuk membangun Kota Depok.

Sementara video kedua berisi hasil wawancara dengan sejumlah muda-mudi penduduk asli Kota Depok berumur 14 tahun hingga 29 tahun. Mereka diminta mendeskripsikan Kota Depok dalam satu kata.

Fajar Perdana (29 tahun) seorang seniman menjawab Margonda. Fahmi Fazri (24 tahun) yang juga seorang pebisnis menjawab silat, karena menurutnya banyak potensi pesilat bagus tapi belum punya sarana dan fasilitas yang mendukung di Kota Depok. Aisyah (24 tahun) seorang karyawan menjawab rawan. Eko Handika (26 tahun) seorang pekerja menjawab relijius. Sementara tiga pemudi yakni Desi Firiyani (20 tahun) seorang mahasiswi, Mawar (29 tahun) seprang pekerja dan pelajar SMP Giska Nur Amelia (14 tahun) menjawab Depok adalah kota yang identik dengan kata macet.

Facebook Comments Box

Read More

Hj. Iin Nur Fatinah Santuni Anak Yatim dan Serap Aspirasi Warga Cilodong

20 March 2026 - 16:12 WIB

Ketua DPC PKS Tapos Sampaikan Ucapan Idul Fitri 1447 H kepada Warga

20 March 2026 - 03:55 WIB

DPRa PKS Jatijajar Berbagi Bingkisan Bantuan Lebaran Secara Door to Door

19 March 2026 - 08:50 WIB

Giat Ramadhan Ambulance Fortune: Antar Jenazah ke Sragen Jawa Tengah

18 March 2026 - 17:37 WIB

DPRa PKS Tanah Baru Gelar “Ramadhan Berbagi”, Tebar Kepedulian di RW 05 dan RW 06

17 March 2026 - 16:10 WIB

Trending on Ragam