Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) SMPN 18 Depok melakukan simulasi sebelum diterapkannya Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di Lingkungan SMPN 18 Depok, Kelurahan Serua, Kecamatan Bojongsari, Selasa (28/09/21). (JD01/Diskominfo)

DepokNews – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok bergerak cepat melakukan pengentasan temuan satu siswa positif Covid-19 di SMPN 10, Kecamatan Sawangan. Penangan kasus tersebut merujuk pada Peraturan Wali Kota (Perwal) Depok nomor 66 Tahun 2021 tentang pedoman penyelenggaraan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) di masa pandemi Corono Virus Disease 2019 (Covid-19). 

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Wijayanto mengatakan pihaknya telah mengintruksikan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di SMPN 10 dihentikan sementara, dengan batas waktu maksimal seminggu. Dalam kurun waktu tersebut, kegiatan belajar mengajar dialihkan menjadi Belajar Dari Rumah (BDR) atau dalam jaringan  (Daring) sampai dengan tanggal 25 Oktober 202. 

“Hari ini juga dilakukan tes antigen atau swab PCR bagi siswa satu kelas dan juga guru yang berinteraksi dengan siswa tersebut di kelas dan semua guru,  berjumlah sekitar 92 orang. Alhamdulilah, semua hasilnya negatif. Semua ini berkat koordinasi dan komunikasi yang baik antara Disdik,  Satgas Covid-19 , SMPN 10, pihak Kecamatan dan juga Puskesmas Sawangan,” jelasnya, Selasa (19/10/21). 

Selain itu, kata Wijayanto, dilakukan sterilasi lingkungan sekolah dan kelas dengan desinfektan. Termasuk melakukan kordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 dan juga Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) untuk memberikan pendampingan terkait penanganan yang diberikan bagi siswa bersangkutan yg saat ini menjalankan isolasi mandiri.

Wijayanto, menambahkan penangan kasus Covid-19 disekolah ini harus berhati-hati,  sebab hal ini penting untuk memastikan tentang pnyebab, dampak dan ketepatan solusi yang akan dilakukan. Selain itu dengan semakin banyaknya mobilitas warga dan juga mulai maraknya kegiatan masyarakat maka pihak sekolah dan masyarakat  harus tetap optimal untuk melaksanakan protokol kesehatan yang baik agar hal serupa bisa diantisipasi sejak dini dan tidak terulang lagi.

“Tapi saya sudah sampaikan kepada temen-temen untuk tetap tenang dan tidak panik,” tandasnya.

Sumber : depok.go.id