Strategi Ekonomi UMKM Olahan Lele: Integrasi Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Perekonomian Desa
Pendidikan

Strategi Ekonomi UMKM Olahan Lele: Integrasi Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Perekonomian Desa

1 hour laluOleh Mujiran

Penulis : Lestari Octavia

DepokNews, Bogor, 27 Oktober 2026 – Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Gunadarma menggelar kegiatan pendampingan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) olahan lele di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Selasa, 27 Oktober 2026. Kegiatan bertajuk “Strategi Ekonomi UMKM Olahan Lele: Integrasi Ketahanan Pangan dan Pertumbuhan Perekonomian Desa” ini diselenggarakan bersama Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Dapur Bunda.

Kegiatan dihadiri oleh tim pengabdian masyarakat Universitas Gunadarma, pengurus Poklahsar Dapur Bunda, serta anggota kelompok masyarakat di sekitar desa yang memiliki kegiatan ekonomi, khususnya usaha olahan lele. Sasaran utama kegiatan adalah kelompok UMKM olahan lele yang tumbuh di lingkungan Desa Rawapanjang.

Lele dipilih karena komoditas ini bernilai gizi tinggi, mudah dibudidayakan, dan terjangkau bagi rumah tangga. Bila diolah menjadi produk bernilai tambah, ikan ini dapat memperkuat ketersediaan pangan bergizi di tingkat keluarga sekaligus membuka peluang pendapatan baru bagi warga desa. Melalui kegiatan ini, tim ingin menunjukkan bahwa penguatan usaha olahan lele dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi desa.

Dalam kegiatan tersebut, tim Universitas Gunadarma menghadirkan narasumber R. Hernama, S.E., M.M yang membahas strategi pengembangan usaha bagi pelaku UMKM, meliputi strategi permodalan UMKM dengan memanfaatkan jaringan pendanaan yang ada, peluang pendanaan dengan bunga murah dari pemerintah, serta pengelolaan keuangan UMKM, penentuan harga pokok produk, diversifikasi produk, kemasan produk, serta pemanfaatan media digital untuk pemasaran dan pengenalan produk untuk meluaskan pemasaran. Peserta juga berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi sehari-hari, di antaranya strategi untuk meningkatkan kapasitas produksi dengan memanfaatkan modal yang ada dan untuk menghindari pemanfaatan modal untuk kebutuhan harian pemilik usaha, serta langkah praktis untuk strategi bertahan UMKM di tengah maraknya produk sejenis.

Lestari Octavia sebagai ketua kegiatan Pengabdian Masyarakat di Poklahsar Dapur Bunda menyatakan kegiatan yang dilaksanakan merupakan lanjutan dari kegiatan sebelumnya yang memberikan pelatihan olahan produk lele sebagai bahan pangan lokal yang dapat digunakan untuk pemenuhan gizi keluarga dan peningkatan sumber perekonomian keluarga. Sebagai sumber protein hewani yang tersedia di wilayah sekitar Poklahsar Dapur Bunda, produk olahan yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk pemenuhan kebutuhan protein harian balita dalam pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) untuk menghindari kejadian stunting pada periode usia tumbuh kembang. Di kesempatan yang sama, tim pengabdian masyarakat Universitas Gunadarma menyerahkan alat bantu produksi berupa meja kerja berbahan stainless steel, chopper, sealer, plastik kemasan, dan mwebsite Dapur Bunda untuk pemasaran dan media edukasi. Pendanaan alat bantu produksi diperoleh dari dana Hibah Pengabdian Masyarakat Reguler Kementrian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi tahun 2026, no kontrak antara LLDIKTI 3 dan Universitas Gunadarma : 0687/LL3/DT.06.01/2026, yang diperoleh tim pengabdian masyarakat Universitas Gunadarma. Pihak Poklahsar Dapur Bunda yang diketuai Djuhana, S.Pd diwakili oleh Dini dan Kenty menyambut baik kegiatan sinergis antara perguruan tinggi dan organisasi di lingkungan masyarakat yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup warga dan berharap kegiatan sejenis dapat dilanjutkan dan diikuti juga oleh kelompok di wilayah lain.

Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat, oleh Universitas Gunadarma. Ke depan, tim berharap kemitraan dengan Poklahsar Dapur Bunda dapat berlanjut dalam bentuk pendampingan berkala, sehingga pelaku UMKM olahan lele di Desa Rawapanjang semakin mandiri, berdaya saing, dan mampu berkontribusi pada ketahanan pangan serta pertumbuhan ekonomi desa.

Berita Terkait