Ngopi: Antara Ritual Wajib, Manfaat, dan Efeknya

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

DepokNews–Kesehatan sangatlah pentin bagi kehidupan. Semua orang mnginginkan hidup sehat, aman, nyaman dan tentram, baik orang dewasa maupun anak-anak. Stunting ini salah satu penyakit yang bisa saja terkena terhadap siapa saja, akan tetapi itu adalah hal yang sangat tidak diinginkan oleh semua orang. Stunting ini termasuk salah satu penyakit yang dialami ketika masih anak-anak.
Menurut Kementrian Kesehatan Republik Indonesia stunting itu adalah sebuah kondisi dimana tinggi badan anak ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan anak lain pada umumnya ( yang seusianya ). Stunting ini terjadi akibat kekurangan gizi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal kehidupan setelah lahir, tetapi baru tampak setelah anak berusia 2 tahun. Stunting ini dilihat berdasarkan Panjang Badan per Umur ( PB/U ) atau Tinggi Badan per Umur ( TB/U ) dan juga nilai z-score <-2,0. Adapun tanda-tanda stunting dalam buku kesehatan ibu dan anak diantaranya: Pertumbuhan terhambat,pendek tidak sesuai usianya; pertumbuhan gigi terlambat; performa buruk pada tes perhatian dan memori belajar; tanda pubertas terlambat; wajah tampak lebih muda dari usianya; usia 8-10 tahun anak menjadi pendiam, tidak banyak melakukan eye contact.
Ketika menemukan tanda-tanda seperti itu maka kemungkinan besar anak tersebut mengalami stunting. Ketika tidak menginginkan anak terkena stunting maka lakukanlah pencegahan.
Untuk mencegah stunting pada anak maka sebagai orangtua lakukanlah hal-hal yang telah dijelaskan diatas.
Selain itu ada juga 3 komponen utama penanggulangan stunting. 3 komponen ini sangat penting untu menanggulangi stunting tersebut diantaranya:
Dalam pola asuh sebagai ibu haruslah berhati-hati karena pola asuh ini akan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan anak. Gunakanlah pola asuh yang baik dan benar supaya anak tersebut tumbuh dengan baik dan seperti apa yang kita inginkan.
Dalam pola makan ini harus benar-benar dijaga. Dari mulai sebelum makan sampai sesudah makan harus diatur ataupun dari segi makanannya karena pola makan ini sangat penting bagi pertumbuhan anak dan juga bagi kesehatan tubuh.
Penyebab stunting itu sendiri adalah kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang lama sejak konsepsi sampai anak usia 2 tahun; anak sering sakit terutama diare, campak, TBC, dan penyakit infeksi lainnya; keterbatasan air bersih dan sanitasi; dan ketersediaan pangan dirumah tangga rendah. Ketika menemukan hal-hal seperti itu maka segerlah membawa anak ke bidan atau klinik terekat untuk mencegah terjadinya stunting. Stunting ini dapat mengakibatkan kemampuan kognitif berkurang, postur tubuh tak maksimal saat dewasa, mudah sakit, fungsi-fungsi tubuh tidak seimbang, mengakibatkan kerugian ekonomi.
Untuk menanggulangi stunting tersebut maka gunakanlah 3 komponen utama yang telah dijelaskan diatas. Sebagai orangtua harus berwaspada terhadap kesehatan anak, pantau terus kesehatan anak. Semua orangtua menginginkan anak-anaknya hidup dengan normal seperti halnya anak-anak biasanya. Kesehatan anak sangat penting Bajragi orangtuanya. Maka dari itu jaga terus kesehatan anak-anaknya. Cegah stunting, itu penting.
Penulis
Amelia Putri