Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Target PAD Depok Rp 1,7 Triliun, QUrtiva Wijaya: Menunjukkan Keuangan Daerah yang Semakin Mandiri

badge-check


					Target PAD Depok Rp 1,7 Triliun, QUrtiva Wijaya: Menunjukkan Keuangan Daerah yang Semakin Mandiri Perbesar

DepokNews- Target pendapatan asli daerah (PAD) untuk tahun 2024 Kota Depok sebesar Rp1,7 triliun, yang setara dengan setengah dari total pendapatan daerah. Keputusan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Anggota Komisi B DPRD Depok, Qurtifa Wijaya, yang menyatakan bahwa pencapaian target ini merupakan langkah yang mengagumkan.

Menurut Qurtifa Wijaya, total pendapatan daerah Kota Depok untuk tahun 2024 diestimasi mencapai Rp3,4 triliun, yang terdiri dari berbagai sumber pendapatan, termasuk dana dari pemerintah pusat dan provinsi.

“Dari target total pendapatan daerah sebesar Rp3,4 triliun, target PAD adalah Rp1,7 triliun, sementara setengahnya, sekitar Rp1,7 triliun, berasal dari dana transfer,” ungkapnya. Qurtifa Wijaya, yang merupakan calon Anggota DPRD Jawa Barat dapil Depok-Bekasi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), melihat pencapaian target PAD sebesar 50 persen ini sebagai bukti meningkatnya kemandirian keuangan Kota Depok.

“Ini menunjukkan semakin meningkatnya kemandirian keuangan daerah Kota Depok,” tambahnya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Pemerintah Kota Depok, Wahid, membenarkan target pendapatan daerah ini. “Target pendapatan tahun 2024 adalah total pendapatan daerah sebesar Rp3,99 triliun, dengan pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp1,735 triliun,” ujarnya.

Setengah dari pendapatan daerah, sekitar Rp1,745 triliun, akan diperoleh melalui dana transfer, seperti dana alokasi khusus (DAK), dana alokasi umum (DAU), dan dana bagi hasil (DBH).

“Dana transfer sekitar Rp1,735 triliun, hampir 50 persennya berasal dari PAD. Ini merupakan kategori yang bagus dan menunjukkan peningkatan proporsi PAD. Hal ini menandakan bahwa pendapatan daerah semakin mandiri,” jelas Wahid.

Wahid juga menyebutkan bahwa pendapatan asli daerah tersebut berasal dari sektor pajak, seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), serta pajak restoran.

“Hasil PAD Kota Depok dari BPHTB, PBB, dan pajak restoran merupakan tiga sumber pendapatan terbesar,” pungkasnya.
Dengan demikian, Pemerintah Kota Depok berupaya meningkatkan pendapatan asli daerah dan kemandiriannya dalam mengelola keuangan daerah untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Facebook Comments Box

Read More

Sinergi di Pancoran Mas: Hj. Iin Nur Fatinah Gelar Reses II Bersama Imam Musanto

21 March 2026 - 05:34 WIB

Serap Aspirasi di Sukmajaya, Hj. Iin Nur Fatinah Gelar Reses II Bersama Anggota DPRD Kota Depok dan Masyarakat

21 March 2026 - 05:31 WIB

Edukasi Demokrasi: Hj. Iin Nur Fatinah Ajak Siswa Sekolah Terbuka Madani Melek Politik

21 March 2026 - 05:25 WIB

Hj. Iin Nur Fatinah Bakar Semangat Remaja di Pesantren Ramadan Anggi Foundation

21 March 2026 - 05:19 WIB

Serap Aspirasi Warga Jatirasa Bekasi, Hj. Iin Nur Fatinah Tekankan Pengawasan dan Kedekatan dengan Masyarakat

21 March 2026 - 05:13 WIB

Trending on Ragam