DepokNews – Musyawarah Daerah (Musda) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Depok IX yang berlangsung di Wisma Kinasih, Kecamatan Tapos, Depok pada Selasa (21/12/2021) lalu dan berlangsung ricuh lantaran pimpinan sidang dinilai tidak aspiratif terhadap intrupsi peserta Musda dan menabrak AD/ART serta tata tertib.

Calon Ketua Umum KNPI Kota Depok Ash Shiddiq mengatakan, pesta Demokrasi kepemudaan di Kota Depok Musda KNPI Kota Depok ternoda karena ulah yang menurut sebagian pilihan aklamasi di anggap cacat hukum dan hal ini berujung protes laporan ke DPW KNPI Jawa Barat, sebab terjadi keributan.

“Bagaimana demokrasi dan para pemuda kita mau maju, kalau selalu menggunakan cara cara kasar, dan premanisme. Kalau mau berkompetisi ayo dengan cara yang sehat,” kata Ash Shiddiq didamping oleh Ketua Tim pemenangan Alief Hidayat, Wakil Ketua Gema Keadilan Rohman Mulyana dan perwakilan OKP saat mengadakan konfrensi pers di Resto dan Cafe de’Clan Jalan Siliwangi, Depok, Sabtu (01/01/2022).

Shiddiq mengatakan, terkait polemik yang terjadi tersebut, dirinya menyerahkan kepada timsesnya dan para pendukungnya, untuk segera melakukan koordinasi dengan SC.

“Tim kan sudah mendapatkan arahan dari DPW KNPI Jabar. Saya minta kepada tim agar segera menyusun langkah-langkah selanjutnya untuk mengantisipasi Musda lanjutan,” tegasnya.

Shiddiq juga mengatakan akan berupaya menyelesaikan persoalan tersebut dan akan mengikuti aturan tata tertib yang berlaku di Musda.

“Lebih cepat lebih baik agar bisa selesai semuanya. Kami juga sudah memberikan masukan ke Jawa Barat terkait kondisi di Depok. Dalam waktu dekat ini kami ingin segera pemilihan lanjutan di sidang pleno keempat,” ujarnya.

Sementara Ketua tim pemenangan Alief Hidayat mengatakan, Gema Keadilan bersama pendukunya akan terus maju di tengah polemik Musda IX DPD KNPI Kota Depok sampai benar-benar terpilih Ketua yang sah dari hasil Musda yang sesuai dengan aturan Musda.

“Apa yang terjadi semua di luar AD/ART dan Tatib Musda. Kami dan teman-teman akan terus maju hingga terpilih Ketua yang benar-benar sesuai AD/ART dan Tata Tertib Musda. Kami ingin menegakan aturan,” ujar Alief.

Sedangkan Wakil Ketua Gema Keadilan Kota Depok, Rohman Mulyana mendesak DPD KNPI Jawa Barat untuk tetap melanjutkan proses Musda yang terhenti pada pleno keempat.

“Musda harus tetap dilanjutkan karena belum ada pemanangnya hingga saat ini. Karena kemarin itu baru sampai pleno keempat saat verifikasi balon, belum sampai pada proses pemilihan Ketua. Adanya klaim ketua terpilih dari salah satu kandidat, kami nilai lemah secara hukum bahkan cacat hukum,” tegasnya.

Rohman mengatakan, calon yang diusungnya yakni Ash Shiddiq dinyatakan telah memenuhi syarat serta lolos verifikasi sebagai calon Ketua.

“Shiddiq diketahui sudah mendapatkan rekomendasi dari Empat PK yakni, PK Tapos, Sawangan, Cipayung dan Pancoran Mas serta enam OKP. Ini sudah memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam tatib dan ADART,” ungkapnya.

Namun Shiddiq dijegal di tengah jalan pada saat Musda baru memasuki pleno keempat. Hal itulah yang membuat Musda IX KNPI Depok ricuh dan hingga kini belum ada kejelasan kapan akan dilanjutkan.

Dari empat kandidat yang lolos hanya dua orang yakni Army dan Shiddiq. Anehnya Shiddiq dijegal tanpa alasan yang jelas. “Jujur kami telah memiliki dukungan 43 OKP dari total 79 OKP, dan peluang ada di kami. Padahal secara aturan sudah memenuhi persyaratan. Intrupsi dari teman-teman pun tidak direspon saat pleno, ada apa ini?,” tanya Rohman.

Dirinya menambahkan, pihaknya meminta ketegasan DPD KNPI Jawa Barat untuk segera menyelesaikan polemik tersebut dan melanjutkan Musda KNPI Kota Depok hingga terpilih ketua.

Sumber : nuansapublik.com