Perbandingan Biaya Hidup Mahasiswa di Depok: Kos Sekitar Kampus UI vs Daerah Pondok Cina

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

Sementara itu, Orang Nomor Satu Di Kota Depok juga mengatakan bahwasanya upaya tersebut dilakukan untuk pengembangan Kota Layak Anak (KLA) di Kota Depok. Karena itu, diperlukan gerakan-gerakan yang bersifat mendukung KLA, dengan menyediakan buku di ratusan taman baca di masing-masing RW Ramah Anak.
“Sebenarnya ini sudah direncanakan sejak lama. Hingga terwujudnya gerakan ini kami mengimbau kepada para ASN untuk menyumbangkan buku-buku bacaan anak atau dongeng tradisional, yang memang cocok untuk dikonsumsi seusia mereka,” paparnya di Lapangan Balai Kota, Jumat (13/10/2017). Hal ini dipengaruhi juga dengan tingginya kebutuhan buku di masing-masing RW,. Maka dari itu, kegiatan ini menjadi latar belakang Pemkot Depok menginisiasi gerakan tersebut. Ke depan, lanjut Idris, pihaknya akan melihat efektivitas penyebaran buku di masing-masing pojok baca terhadap minat membaca anak-anak.”Taman atau pojok baca di RW Ramah Anak, didirikan untuk memenuhi indikator salah satu kluster hak anak. Salah satunya tentang Hak sipil dan kebebasan mendapatkan informasi layak anak. Nah melalui adanya pojok baca, saya berharap dapat meningkatkan minat dan hobi membaca. Dengan demikian, waktu-waktu senggang mereka dapat dimanfaatkan dengan kegiatan yang positif,”tandas Idris.

