Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana (istimewa)

DepokNews– Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengimbau kepada seluruh warga Kota Depok untuk tidak melakukan perjalanan luar kota saat liburan sekolah, natal dan tahun baru (nataru) di Desember 2021 nanti. Hal itu untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus baru setelah libur panjang. “Kita pengalaman sudah membuktikan bahwa setiap setelah ada liburan hari besar terjadi lonjakan kasus. Maka yang pertama harus kita lakukan ikuti arahan pemerintah untuk tidak lakukan perjalann liburan pada akhir tahun karena peluang penularan biasanya dari klaster perjalanan dan kerumunan,” katanya, Senin (22/11/2021).

Pihaknya sangat mengimbau kepada seluruh warga agar patuh pada arahan yang diberikan pemerintah. Selain itu juga agar warga menjalani vaksinasi untuk tercipta kekebalan kelompok (herd immunity). “Makanya kami mengimbau seluruh warga menahan diri dulu di akhir tahun di libur natal dan tahun baru, mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan. Vaksinasi itu wajib bagi warga negara yang sudah disyaratkan karena vaksinasi untuk memperkuat imunitas tubuh kita, minimal untuk mengurangi risiko kesakitan dan kematian ketika terpapar Covid-19,” tukasnya.

Imbauan untuk tidak melakukan perjalanan ketika liburan juga berlaku bagi pelajar. Mengingat anak-anak adalah kalangan yang cukup rentan terpapar. “Ya tentu seperti itu (diimbau tidak melakukan perjalanan) karena tadi anak-anak itu rentan ya, apalagi mereka yang belum vaksinasi,” paparnya.

Soal vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun, sambung Dadang, pihaknya masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Pihaknya mengaku sudah siap melaksanakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dan tinggal menunggu kebijakan pemerintah pusat untuk pelaksanaan. “Kalau untuk kesiapan di kita secara infrastuktur Insya Allah (siap). Jadi nakes sudah siap tinggal sekarang kami menunggu kebijakan pemerintah pusat untuk implementasi. Hanya saja mungkin sebagai masukan kepada pemerintah saat ini terkait target vaksinasi, setiap daerah parameternya mohon dijelaskan terang benderang karena daerah targetnya beragam,” akunya.

Harapannya, pelaksanaan vaksinasi usia 6-11 tahun di Depok dapat segera dilaksanakan. Mengingat klaster PTMT juga cukup banyak terjadi. Dadang menyebut, data pada Rabu (17/11) terjadi 105 kasus baru dimana 80 persennya adalah klaster PTMT. Dia juga mengingatkan agar seluruh warga tetap patuh pada protokol kesehatan 5M untuk mencegah penyebarannya