DepokNews–Depok, Mei 2026 – Permasalahan drainase dan banjir yang terjadi di Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, kembali menjadi sorotan masyarakat. Perwakilan warga dari lima RW yakni RW 01, RW 02, RW 10, RW 11, dan RW 12 menyampaikan langsung keluhan terkait buruknya kondisi saluran air kepada anggota DPRD Kota Depok dalam kegiatan reses yang berlangsung pada 8 Mei 2026 di lingkungan RT 03 RW 06 Tanah Baru.
Perwakilan RW 02, Komar, menyampaikan bahwa kondisi drainase di wilayah tersebut sudah sangat memprihatinkan. Tingginya sedimentasi, penyempitan saluran, hingga tidak berfungsinya sejumlah titik drainase menyebabkan banjir dan genangan rutin terjadi saat musim hujan.
“Kami berharap Pemerintah Kota Depok serius menangani persoalan ini. Warga sudah terlalu lama menghadapi banjir dan genangan akibat saluran yang rusak dan penuh sedimentasi. Banyak juga warga yang terkena DBD,” ujar Komar dalam forum reses.
Berdasarkan proposal masyarakat bersama LPM Kelurahan Tanah Baru, saluran Cabang Tengah yang mengalir dari Kalibaru-1 menuju Kali Krukut memiliki panjang sekitar 3.190 meter dengan tingkat sedimentasi mencapai 85 persen. Kondisi tersebut menyebabkan limpasan air kerap masuk ke permukiman warga di lima RW terdampak.
Masyarakat bersama LPM dan para Ketua RW juga telah mengajukan proposal normalisasi saluran kepada Pemerintah Kota Depok dengan usulan penanganan sepanjang 2.900 meter dan estimasi kebutuhan anggaran sekitar Rp12,5 miliar.
Menanggapi aspirasi warga, anggota DPRD Kota Depok, Ubaidilah, menegaskan komitmennya untuk mengawal usulan normalisasi drainase agar masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
“Persoalan drainase di Tanah Baru bukan masalah kecil. Ini menyangkut keselamatan, kesehatan lingkungan, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Saya akan mengawal serius usulan warga ini agar Pemerintah Kota Depok segera merealisasikan pembangunan drainase terintegrasi yang sebelumnya juga menjadi janji kampanye,” tegas Ubaidilah.
Ia juga menyoroti bahwa hingga saat ini progres pembangunan drainase terintegrasi di Kota Depok masih belum menunjukkan perkembangan signifikan, sementara persoalan banjir dan genangan terus terjadi di berbagai wilayah.
Normalisasi drainase ini dinilai mendesak karena selain menjadi solusi pengendalian banjir, juga penting untuk memperbaiki kualitas lingkungan serta mencegah munculnya penyakit akibat genangan air.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Depok segera mengambil langkah konkret melalui dinas terkait agar pembangunan drainase terintegrasi tidak hanya menjadi janji, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga.






