DepokNews, JAKARTA – Keluarga Besar Trah Kismo Djuhari menggelar agenda silaturahmi bertajuk “Dolan Bareng Ning Lampung” selama tiga hari, 3–5 Juli 2026. Kegiatan ini memadukan ziarah keluarga, wisata, temu kangen, serta penguatan tali persaudaraan yang diikuti anggota keluarga dari Jakarta, Depok, Cimahi, Bandung, dan berbagai daerah lainnya.
Perjalanan dimulai pada Jumat (3/7/2026). Rombongan berkumpul di Titik Kumpul UKI Cawang pukul 06.30 WIB sebelum berangkat menuju Lampung melalui Pelabuhan Merak menggunakan Kapal Eirene. Rombongan tiba di Lampung sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung disambut hangat di kediaman Shohibul Bait, Bapak Hadi Purnomo atau yang akrab disapa Pakde Doddy, suami Bude Dhani. Para peserta menikmati hidangan khas berupa es cincau dengan taburan buah nangka serta pisang Lampung.
Agenda dilanjutkan dengan ziarah ke makam Almarhumah Eyang Uti Mukinah, Bude Rodjo binti Kismo Djuhari. Secara bergantian, keluarga memanjatkan doa dan mengenang sosok almarhumah yang dikenal penuh kasih sayang kepada anak dan cucunya serta selalu berpesan agar rajin menabung.
Pakde Doddy juga mengenang pesan-pesan Eyang Uti yang selalu mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi antar sedulur. Setelah itu, rombongan melakukan check-in di Hotel Emersia.
Pada malam hari, keluarga besar kembali berkumpul di kediaman Shohibul Bait untuk ramah tamah dan makan malam bersama dalam suasana penuh kehangatan sebelum beristirahat.
Hari kedua, Sabtu (4/7/2026), diawali dengan sarapan bersama di Hotel Emersia. Selanjutnya rombongan mengikuti one day trip ke Pantai Pahawang. Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati keindahan alam, snorkeling menyaksikan ikan Nemo dari dekat, hingga mencoba wahana banana boat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Arisan Kismo Djuhari, Pakde Anta atau Gandung, mengajak anggota keluarga yang belum bergabung dalam arisan untuk ikut berpartisipasi sebagai sarana mempererat silaturahmi.
Sementara itu, Kusumo Hargono atau Pakde Agon mengungkapkan rasa syukurnya karena keluarga besar masih dapat berkumpul dalam suasana akrab meskipun domisili masing-masing berjauhan.
“Momentum seperti ini sangat berharga untuk menjaga dan mempererat silaturahmi keluarga,” ujarnya.
Sepulang dari Pahawang, rombongan menyempatkan berbelanja oleh-oleh khas Lampung sebelum kembali ke hotel.
Malam harinya digelar acara Malam Kebersamaan, Cross Kado, dan Arisan Keluarga Besar Kismo Djuhari yang disiarkan langsung melalui YouTube Margonda TV. Suasana semakin semarak dengan sesi berbagi pengalaman dari Gatot Kartiko, Owner Batik Gabovira, serta Sutaji Abdullah, anggota DPRD Lampung Selatan.
Gatot Kartiko mengajak keluarga turut melestarikan batik khas Lampung sebagai bagian dari warisan budaya bangsa. Sementara Sutaji Abdullah berpesan agar kekompakan keluarga terus dijaga dan menjadi teladan bagi masyarakat.
Panitia, Bude Desy dan Bude Wanti, menyampaikan apresiasi kepada Shohibul Bait atas sambutan dan pelayanan yang luar biasa selama kegiatan berlangsung.
“Semoga Allah membalas segala kebaikan dengan pahala berlipat ganda. Kami juga mengajak seluruh sedulur yang belum sempat bergabung agar dapat ikut pada agenda Kismo Djuhari berikutnya,” ujar keduanya.
Pada hari terakhir, Minggu (5/7/2026), rombongan mengunjungi sentra Batik Tradisional Lampung, Batik Gabovira, sebelum kembali ke kediaman Shohibul Bait yang telah menyiapkan pesta durian sebagai penutup kebersamaan.
Selanjutnya keluarga mengunjungi Rumah Qur’an Al Rasyid untuk menggelar doa bersama bagi anggota keluarga yang sedang sakit dan belum dapat mengikuti kegiatan. Setelah melaksanakan salat Dzuhur berjamaah di kediaman Shohibul Bait, rombongan menikmati makan siang berupa nasi kotak yang telah disiapkan sebelum bertolak menuju Jakarta pukul 14.00 WIB.
Selama tiga hari dua malam, Dolan Bareng Ning Lampung tidak hanya menjadi ajang wisata keluarga, tetapi juga menjadi momentum memperkuat nilai-nilai kekeluargaan, mempererat silaturahmi lintas generasi, mengenalkan budaya dan potensi wisata Lampung kepada generasi muda, serta menjaga warisan kebersamaan yang telah dibangun oleh Trah Kismo Djuhari selama bertahun-tahun.






