Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Pendidikan

FMIPA UI Gelar Sosialisasi dan Edukasi Kesiapsiagaan Hadapi Isu Gempa Jakarta Berkekuatan 8.7 SR

badge-check


					FMIPA UI Gelar Sosialisasi dan Edukasi Kesiapsiagaan Hadapi Isu Gempa Jakarta Berkekuatan 8.7 SR Perbesar

DepokNews– Jakarta bukanlah daerah subduksi yang akan mengakibatkan gempa, tetapi Jakarta akan menjadi daerah yang terdampak oleh gempa. Hal itu diungkapkan oleh Admiral Musa Julius, S.Tr. pengamat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selaku pembicara dalam Kegiatan “Sosialisasi potensi gempabumi berskala 8.7 SR di Jakarta”, yang diselenggarakan oleh FMIPA UI melalui Program Studi (prodi) Geologi dan Geofisika pada Selasa (17/7) di SMA Vons Vitae 1 Jakarta Pusat.

Sosialisasi ini menitikberatkan pada topik gempa yang sempat ramai di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, yaitu isu gempa dengan kekuatan 8,7 Skala Richter (SR) di daerah selatan Pulau Jawa khususnya di bagian selatan Jawa Barat dan Banten.

Dihadapan 160 orang siswa SMA Vons Vitae 1, Musa juga memaparkan mengenai potensi bencana di Bandung. “Jika kalian berdiri diatas Bandung, maka kalian berdiri di pusat gempa karena terdapat sesar Lembang yang membentang panjang,” ujarnya.

Seperti yang dijelaskan dalam press-release di laman website BMKG Terkait Hasil Kajian Sesar Lembang yang berpotensi memicu gempa berkekuatan M=6.8 bahwa Di wilayah Kota Bandung memang terdapat struktur Sesar Lembang dengan panjang jalur sesar yang mencapai 30 km.

Hasil kajian menunjukkan bahwa laju pergeseran Sesar Lembang mencapai 5,0 mm/tahun, sementara itu hasil monitoring BMKG juga menunjukkan adanya beberapa aktivitas seismik dengan kekuatan kecil.

Selain Admiral Musa Julius, S.Tr. FMIPA UI juga mengundang Muhammad Harvan, S.T. yang juga pengamat dari BMKG. Dalam presentasinya, Muhammad Harvan, S.T. menjelaskan hal-hal yang harus dilakukan ketika menghadapi bencana gempabumi dan tsunami.

“Jauh sebelum bencana terjadi, keluarga yang tinggal di daerah rawan bencana harus memperhatikan cara menata barang agar tidak membahayakan saat bencana terjadi”. Jelasnya.

Selain itu, lanjut Harvan, jika seseorang sedang berada di lantai atas saat gempa terjadi disarankan untuk bersembunyi di bawah meja atau mendekatkan diri dengan tiang di pojok ruangan karena tiang tersebut merupakan pondasi utama rumah atau gedung.

Ia juga menyampaikan bahwa gempa bumi dapat mengakibatkan berbagai macam kerusakan sekunder seperti kebakaran.

Reza Syahputra, M.Si. selaku staf pengajar Prodi Geologi FMIPA UI mengatakan bahwa prodinya akan melaksanakan kegiatan simulasi mitigasi bencana sebagai kelanjutan dari kegiatan sosialisasi ini. Ia pun berharap dengan dilakukannya sosialisasi ini membuat masyarakat lebih siap ketika bencana tersebut benar-benar terjadi untuk meminimalisir jatuhnya korban.

“Penting untuk memahami potensi dan bahayanya. Jadi masyarakat harus tau harus melakukan apa jika terjadi gempa”. Ujar Reza.

Facebook Comments Box

Read More

Tim Abdimas Universitas Gunadarma  Memberikan Penyuluhan Pubertas Prespektif Islam dan Kesehatan

3 February 2026 - 18:02 WIB

Universitas Gunadarma Dorong Diversifikasi Produk Lewat Pertanian Terpadu di Masyarakat Singkong Indonesia (MSI), Bogor

3 February 2026 - 13:34 WIB

Aset vs Omzet vs Laba di Laporan Keuangan

31 January 2026 - 12:47 WIB

Lika-liku Aktivasi Akun Coretax WPOP Menjelang Pelaporan SPT Orang Pribadi Tahun Pajak 2025 di Tax Clinic – FEB UI

31 January 2026 - 08:35 WIB

Rasionalitas di Era “Jempol Gelisah”

30 January 2026 - 11:49 WIB

Trending on Pendidikan