DepokNews — Kabar duka menyelimuti keluarga besar DPC PKS Kecamatan Tapos. Salah satu kader terbaiknya, Ustadz Amrul Nurdin Al Hafidz, telah berpulang ke rahmatullah pada Ahad, 17 Mei 2026 pukul 12.07 WIB di RS Bros Pekanbaru, Riau.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan seluruh kader PKS Tapos. Setelah beberapa waktu berjuang melawan sakit yang dideritanya serta menjalani proses pengobatan dan keluar-masuk rumah sakit, Ustadz Amrul Nurdin akhirnya menghadap Sang Pencipta.
Selama ini almarhum diketahui tinggal di wilayah Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Dalam masa perawatan terakhirnya, beliau dibawa ke Pekanbaru, Riau, untuk dirawat oleh keluarga yang berada di sana.
Sosok almarhum dikenal sebagai pribadi yang baik, bersahaja, serta memiliki dedikasi tinggi dalam dakwah dan pembinaan umat. Sebagai seorang Al Hafidz, beliau juga dikenal dekat dengan Al-Qur’an dan menjadi teladan bagi banyak orang di lingkungan sekitarnya.
Almarhum juga meninggalkan pesan-pesan perjuangan yang masih melekat di benak kader PKS Tapos. Salah satunya saat peringatan Hari Pahlawan tahun 2021. Kala itu, Ustadz Amrul Nurdin pernah menyampaikan pesan yang menginspirasi kader-kader Tapos:
“Usia bukan halangan untuk bergerak membangun bangsa.”
Pesan sederhana tersebut menjadi pengingat bahwa semangat kontribusi dan pengabdian tidak dibatasi oleh usia. Semangat itulah yang selama ini tercermin dalam perjalanan hidup dan perjuangan beliau.
Ketua DPC PKS Kecamatan Tapos, Nuryana, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Ustadz Amrul Nurdin. Menurutnya, kepergian almarhum merupakan kehilangan besar bagi keluarga besar PKS Tapos.
“Beliau adalah kader terbaik yang memiliki semangat perjuangan, ketulusan, serta pengabdian yang luar biasa. Kami kehilangan sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam perjuangan dakwah. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau dan menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujar Nuryana.
Nuryana juga mengimbau seluruh kader PKS Tapos untuk melaksanakan shalat ghaib sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum.
Selamat jalan Ustadz Amrul Nurdin Al Hafidz. Jejak kebaikan dan pengabdianmu akan tetap dikenang. Semoga husnul khatimah. Aamiin. (shl)






