Oleh : Dr. Lestari Octavia, S.Si, M.Sc
DepokNews–Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, 1 Juni 2026 — Kegiatan cooking class bertajuk “Implementasi Produk Gyoza Lele sebagai PMT Lokal: Peningkatan Kapasitas Produksi, Pemasaran dan Edukasi Gizi untuk Pencegahan Stunting di Desa Rawapanjang” telah dilaksanakan pada 1 Juni 2026 di sekretariat Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Perum Aneka Gas, Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat ATA 2025-2026 dari tim Universitas Gunadarma sebagai upaya memperkuat pemanfaatan pangan lokal berbasis lele sebagai produk olahan bergizi yang dapat mendukung program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal untuk pencegahan stunting. Pendekatan PMT lokal berbasis pangan olahan setempat sejalan dengan praktik intervensi gizi yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat dan menekan risiko stunting.
Tim pengabdian Universitas Gunadarma terdiri dari Dr. Lestari Octavia, S.Si, M.Sc, Dr. Sri Hayuningsih, SKM., S.SiT., Bdn., MKM, Dr. Fitrianingsih, S.Kom, MMSI, Doddy Pernadi, S.Kom, MMSI, Dr. Erma Triawati Christina, S.T., M.T., Dr. Sri Hermawati, S.E., M.M., Arimbi Kurniasari, S.Kom, MMSI, Tissa Maharani, S.T., M.T., Hernama, S.E., M.M., dan Fara Asya.
Acara dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Rawapanjang yang juga menjabat sebagai Ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) Dapur Bunda, Djuhana M. Agus, S.Pd. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk sinergi antara universitas dan organisasi desa untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Acara menghadirkan narasumber Shoumi Damayanti, S.E. dan dr. Sherly Permata Sari dari Kagama Baking & Cooking yang memberikan materi serta praktik langsung mengenai pengolahan gyoza dan dimsum lele, dengan pendampingan langsung dalam prosesnya serta menekankan perbaikan penampilan dan tekstur produk.
Kegiatan cooking class dimaksudkan untuk memberikan peluang peningkatan pendapatan dan pemenuhan gizi berbasis pangan lokal yang diikuti oleh peserta dari anggota PKK dan siswi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh keterampilan teknis dalam mengolah gyoza dan dimsum lele menjadi produk yang menarik, praktis, dan bernilai tambah, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, khususnya bagi Program Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal, sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting.
Desa Rawapanjang merupakan desa di Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, yang memiliki budidaya lele di beberapa rumah tangga. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara inovasi produk pangan lokal, pemberdayaan masyarakat, dan agenda peningkatan kesehatan masyarakat di tingkat desa.
Selain mendorong diversifikasi olahan lele, kegiatan cooking class ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha rumah tangga serta memperluas pemasaran produk berbasis pangan lokal. Dengan demikian, program ini tidak hanya berdampak pada aspek edukasi gizi, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk yang potensial dan adaptif terhadap kebutuhan lokal.
Selain ibu-ibu PKK, peserta pelatihan juga diikuti oleh remaja yang sedang mengikuti paket belajar di PKBM. Selain menempuh pendidikan di PKBM, para peserta didik juga mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan cooking class. Hal ini bisa menjadi peluang bagi mereka untuk menjalankan usaha penjualan produk olahan lele untuk menambah penghasilan dan membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Kegiatan ini menegaskan bahwa pencegahan stunting membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari edukasi, inovasi pangan, penguatan keterampilan produksi, hingga strategi pemasaran yang berkelanjutan. Implementasi produk berbahan pangan lokal harus didukung sebagai PMT unggulan Desa Rawapanjang dan diharapkan menjadi contoh praktik baik yang dapat direplikasi di wilayah lain.






