DepokNews – Komitmen Nurul Fikri Islamic School (NFIS) dalam memperluas jejaring pendidikan internasional kembali mendapat pengakuan. Melalui rekomendasi dari Indonesia Global Education Network (I-GEN) yang bekerja sama dengan Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office, Nurul Fikri Islamic School dipercaya menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam program Korea Education & Culture Familiarization Trip yang diselenggarakan di Korea Selatan pada 6-12 Juli 2026.
Program ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang akademik, pertukaran budaya, hingga pengembangan sumber daya manusia.
Delegasi dari Nurul Fikri Islamic School berkesempatan mengikuti serangkaian agenda yang dirancang untuk memperkenalkan ekosistem pendidikan Korea kepada institusi pendidikan Indonesia. Selama lima hari di Korea Selatan, peserta mengunjungi berbagai sekolah dan institusi pendidikan, berdiskusi dengan organisasi yang bergerak di bidang pendidikan dan pariwisata, serta mempelajari berbagai program pembelajaran yang dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.
Tak hanya itu, peserta juga diajak mengenal lebih dekat budaya Korea melalui berbagai aktivitas edukatif dan mengeksplorasi destinasi yang potensial sebagai lokasi kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) bagi siswa.
Keikutsertaan Nurul Fikri Islamic School dalam program ini tidak sekadar menjadi perjalanan studi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperluas kemitraan internasional. Melalui pertemuan dengan berbagai institusi pendidikan di Korea Selatan, terbuka peluang kolaborasi dalam bentuk program pertukaran pelajar, peningkatan kompetensi guru, pengembangan pembelajaran global, hingga penyelenggaraan kegiatan akademik lintas negara.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Indonesia Global Education Network (I-GEN) dan Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office. I-GEN merupakan jejaring kolaboratif pendidikan yang berfokus pada penguatan karakter, peningkatan kompetensi global, serta pengembangan ekosistem pembelajaran berstandar internasional melalui sinergi antara sekolah, dunia industri, dan mitra luar negeri.
Sebagai perwakilan Nurul Fikri Islamic School, Natasha Rubbyk, Sekretaris Yayasan Pendidikan dan Pemberdayaan Umat (YPPU) Nurul Fikri, menyambut baik kesempatan tersebut. Menurutnya, program yang diinisiasi Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta Office menjadi ruang strategis untuk mempertemukan lembaga pendidikan dari Indonesia dan Korea Selatan.
“Melalui program promosi pendidikan yang diselenggarakan KTO tahun ini, lembaga pendidikan dari kedua negara memiliki kesempatan untuk bertemu, berdiskusi, dan membangun kolaborasi. Program ini juga membuka ruang bagi sekolah untuk menghadirkan berbagai bentuk stimulasi bagi peserta didik agar berkembang sebagai masyarakat global, baik melalui program student exchange secara luring maupun daring,” ujar Natasha Rubbyk.
Ia menambahkan, jejaring yang terbangun melalui kegiatan ini diharapkan dapat menghadirkan peluang kerja sama yang berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pengembangan program internasional di lingkungan Nurul Fikri Islamic School.
Partisipasi dalam Korea Education & Culture Familiarization Trip diharapkan menjadi awal dari berbagai kerja sama strategis antara Nurul Fikri Islamic School dengan institusi pendidikan di Korea Selatan. Jejaring internasional yang semakin luas akan membuka lebih banyak peluang bagi siswa, guru, maupun sekolah untuk terus bertumbuh dalam ekosistem pendidikan global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas Nurul Fikri Islamic School.






