DepokNews–Pendidikan tidak bisa lepas dengan istilah literasi. Keberadaan literasi merupakan bagian besar dari proses pendidikan. Tanpa literasi, maka pendidikan tidak akan berjalan dengan baik untuk mencapai tujuannya. Oleh karena itu, seseorang yang berperan dalam proses pendidikan harus paham dan bisa melakukan kegiatan literasi dengan baik. Literasi merupakan kemampuan seseorang dalam mengolah dan memahami informasi saat melakukan proses membaca dan menulis. Dalam perkembangannya, definisi literasi selalu berevolusi sesuai dengan tantangan zaman.
Tridarma Perguruan Tinggi, yang salah satunya adalah melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat atau Abdimas yang merupakan bentuk pengamalan ilmu pengetahuan dan teknologi yang langsung diberikan kepada masyarakat secara kelembagaan melalui metodologi ilmiah yang menjadi tanggung jawab dalam usaha mengembangkan kemampuan masyarakat, sehingga dapat mempercepat laju pertumbuhan dan tercapainya tujuan Pembangunan Nasional khususnya di bidang pendidikan.
Berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat terutama di era yang serba digital dan informasi yang mendunia atau global, tampaknya akan menjadi perhatian utama Universitas Gunadarma. Diharapkan masyarakat luas sangat berharap Universitas Gunadarma dapat berkontribusi lebih banyak dalam memecahkan berbagai permasalahan bangsa umumnya dan khususnya di kelompok belajar masyarakat pada Yayasan Bina Insan Mandiri Pancoranmas Kota Depok yang pada semester genap tahun akademik 2025/2026 ini dijadikan tempat untuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat.
“Dengan akses informasi yang semakin mudah, siswa memiliki kesempatan untuk menjelajahi berbagai pilihan karir yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Namun, akses yang mudah ini juga membawa risiko, di mana siswa dapat terjebak dalam informasi yang tidak akurat atau tidak relevan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan panduan yang tepat melalui pendidikan di sekolah.” Hal itu disampaikan oleh Bapak Muji Santoso selaku penanggung jawab acara penyuluhan tersebut di sela-sela kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Gunadarma.
Kegiatan Abdimas ini dilakukan pada hari Jumat, 19 Juni 2026 yang dimulai pukul 13.30 WIB bertempat di ruang belajar siswa Yayasan Bina Insan Mandiri Kota Depok. Peserta dari kegiatan ini adalah peserta didik yang sudah duduk di bangku kelas sebelas dan nantinya akan menyelesaikan kegiatan belajar mengajar pada yayasan tersebut.
Adapun bentuk kegiatan yang dilakukan dalam rangka Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Gunadarma adalah pemberian penyuluhan yang bertajuk Peran Literasi Digital Pendidikan. Kegiatan ini ditujukan kepada peserta didik kelompok belajar Bina Insan Mandiri.
Yang melatarbelakangi pemberian penyuluhan ini adalah, pertama, perkembangan teknologi yang semakin pesat telah memberikan banyak kemajuan dan kemudahan bagi kehidupan manusia. Segala kegiatan dapat dengan mudah dilakukan hanya dengan memanfaatkan komputer dan internet. Melalui hal tersebut segala jenis informasi dapat tersebar luas secara mudah. Persebaran teknologi informasi yang semakin mudah juga tidak semuanya berisi hal positif, namun juga terdapat hal negatif, seperti penyebaran berita hoaks, radikalisme, penipuan, dan lain sebagainya. Dengan adanya hal tersebut, kita sebagai pengguna teknologi perlu memiliki kemampuan untuk memahami dan menyaring informasi, salah satunya yaitu dengan meningkatkan literasi digital.
Yang kedua, sekolah memegang peranan penting dalam membekali siswa dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi dunia kerja di masa depan. Melalui pendekatan pendidikan yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman menjadi prioritas. Dengan menerapkan kurikulum yang mengintegrasikan teknologi digital, siswa diajak untuk mengenali dan mengembangkan minat serta bakat mereka. Pendekatan ini tidak hanya memperkuat pengetahuan akademis, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk bersaing di pasar kerja global yang semakin kompetitif.

Bapak Iwan Setiadi, salah satu narasumber di acara tersebut menyampaikan, “Bahwa tantangan paling kuat dari literasi digital adalah arus informasi yang banyak. Artinya peserta didik terlalu banyak menerima informasi di saat yang bersamaan. Dalam hal inilah literasi digital berperan, yakni untuk mencari, menemukan, memilah serta memahami informasi yang benar dan tepat.”
Tujuan yang akan dicapai dari kegiatan penyuluhan ini adalah agar peserta didik dapat memahami prinsip-prinsip literasi digital, manfaat literasi digital, tantangan serta cara meningkatkan kompetensi literasi digital. Harapannya siswa semakin bijak dalam memanfaatkan internet untuk berliterasi digital. Diharapkan sekali bahwa kultur digital (digital culture) sangat penting dipahami oleh siswa. Sebagai salah satu cara meningkatkan kemampuan literasi digital, siswa perlu memahami bagaimana keberadaan internet memengaruhi cara berinteraksi dan berkomunikasi seseorang. Pada umumnya, penggunaan internet sering kali membawa dua dampak, yaitu dampak positif dan dampak negatif. Dengan memahami digital culture, setidaknya siswa dapat lebih bijak untuk melakukan sesuatu di dunia digital dengan pengetahuan yang cukup tentang literasi digital tersebut.






