Tapos – Kegiatan sosial yang dilakukan PKS di kelurahan Cimpaeun Kecamatan Tapos Kota Depok menuai simpati warga dan minta dibuatkan KTA. Setidaknya ada 40 warga RW.011 Cimpaeun yang mendaftarkan diri menjadi anggota PKS.

Kegiatan Jum’at Berkah dilaksanakan pada Jumat (14/1/2022) di tempat kediaman Ustazah Wida yang merupakan salah satu tokoh agama RW.011 Cimpaeun. Pada kegiatan tersebut UPKK PKS Kelurahan Cimpaeun menurunkan sejumlah anggotanya untuk melayani warga.

Ketua UPKK PKS Cimpaeun Biana Septradhani mengatakan, kegiatan Jum’at Berkah adalah kegiatan rutin yang selalu ditunggu-tunggu warga.

“Dan ini sudah menjadi agenda pokok setiap jumat untuk menjaga hubungan dengan masyarakat di lokasi-lokasi wilayah RW yang sudah menjadi target UPKK Cimpaeun,” ujar Dhani, panggilan akrab Biana Septradhani.
“Jum’at Berkah kali ini dihadiri kader dari PKK Kelurahan Cimpaeun yakni Ibu Sartini dan tentunya warga RW.011,” imbuh Dhani.

Bentuk kegiatannya yang variatif seperti pemeriksaan kesehatan gratis, tebus murah minyak goreng, dan penukaran minyak jelanta (mijel) membuat tertarik warga RW.011 Cimpaeun.

“Sangat baik malah lagi ditunggu selanjutnya,” ucap Ustazah Wida yang rumahnya menjadi tempat kegiatan.

Di waktu yang berbeda, Ketua Ranting PKS Kelurahan Cimpaeun Kholil mengungkapkan bahwa untuk selanjutnya kegiatan Jum’at Berkah akan diadakan setiap tiga bulan. Adapun sasarannya adalah warga yang sudah bergabung ke PKS.

“Pada kegiatan Jum’at Berkah di RW.11 ini sebanyak 40 warga mendaftar menjadi anggota PKS. Ke depannya Dpra PKS Cimpaeun Insya Allah akan mengagendakan yang lebih besar per tiga bulan sekali sebagai bentuk sapa ke masyarakat yang telah bergabung dan ber-KTA PKS,” ungkap Kholil, Senin (17/1/2022)

Selanjutnya Kholil mengucapkan terima kasih kepada UPKK Cimpaeun dan RKI Cimpaeun atas peran sertanya mengagendakan acara Jum’at Berkah tiap pekannya. Lantaran harga minyak goreng yang tinggi, untuk tahun ini yang biasanya jumat berkah berbentuk nasi kotak, dikompensasi ke minyak murah.

“Mudah-mudahan lebih membantu masyarakat meringankan kebutuhan minyak goreng yang masih tinggi di pasar.” kata Kholil menutup pembicaraan. (shl)