FEB Universitas Indonesia Gandeng Universitas Brawijaya dan PERTUNI, Dorong Talenta Disabilitas Netra Berani Berkarya dan Berwirausaha
Pendidikan

FEB Universitas Indonesia Gandeng Universitas Brawijaya dan PERTUNI, Dorong Talenta Disabilitas Netra Berani Berkarya dan Berwirausaha

3 hours laluOleh -

DepokNews, MALANG — Keterbatasan akses tidak seharusnya membatasi mimpi dan kesempatan seseorang untuk berkembang. Semangat inilah yang menjadi landasan kegiatan INKLUSIFWORK 2026: Capacity Building untuk Talenta Disabilitas Netra Hebat, Bersiap Menuju Masa Depan Gemilang, yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya, Malang, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan kolaborasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Subdirektorat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (SLDPI) Universitas Brawijaya, serta Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI).

Program ini dirancang untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa dan lulusan muda dengan disabilitas netra agar lebih percaya diri, mandiri, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun kewirausahaan.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat FEB UI, Dr. Muthia Pramesti, S.E., M.M., menjelaskan bahwa penguatan sumber daya manusia perlu dilakukan melalui pendekatan yang tidak hanya menekankan peningkatan keterampilan, tetapi juga perubahan pola pikir dan perilaku.

Salah satu materi utama dalam kegiatan ini adalah Entrepreneurial Mindset and Behavior, yang mengajak peserta memahami pentingnya mengenali potensi diri, melihat peluang, menciptakan nilai, serta memiliki keberanian untuk memulai.

Melalui materi tersebut, peserta diharapkan memahami bahwa jiwa kewirausahaan tidak selalu dimulai dengan modal besar atau mendirikan usaha. Kewirausahaan juga berkaitan dengan kemampuan mengambil inisiatif, menyelesaikan masalah, beradaptasi, dan menciptakan peluang secara mandiri.

Selain penguatan pola pikir kewirausahaan, program ini menghadirkan pembekalan mengenai pengenalan potensi diri, kepercayaan diri, bimbingan karier, serta persiapan menghadapi dunia kerja.

Pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi bagian penting dalam pengembangan kapasitas peserta. Teknologi yang aksesibel dinilai berpotensi memperluas kesempatan belajar, bekerja, serta menjalankan kegiatan usaha bagi penyandang disabilitas netra.

Menariknya, kegiatan ini juga memperkenalkan InklusifWork, sebuah inisiatif platform digital yang dikembangkan untuk mendukung keterhubungan antara talenta penyandang disabilitas, kesempatan kerja, dan pengembangan keterampilan.

Platform tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah menuju ekosistem ketenagakerjaan yang lebih inklusif dengan melibatkan perguruan tinggi, komunitas penyandang disabilitas, dan dunia usaha.

Kolaborasi lintas institusi ini turut melibatkan Dr. Zubaidah Ningsih AS., S.Si., M.Phil., Ph.D., selaku Ketua SLDPI Universitas Brawijaya, serta Setiawan Gema, M.Pd., selaku Ketua PERTUNI.

Dalam pelaksanaannya, program dihadiri oleh 15 mahasiswa dan lulusan muda dengan disabilitas netra melalui pendekatan pelatihan kelompok kecil yang interaktif dan memperhatikan kebutuhan aksesibilitas peserta.

Kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 mengenai pendidikan berkualitas, SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta SDG 10 tentang pengurangan kesenjangan.

Melalui INKLUSIFWORK, FEB UI berharap kolaborasi pengabdian kepada masyarakat dapat berkembang menjadi gerakan yang memberikan manfaat berkelanjutan, tidak hanya melalui peningkatan pengetahuan, tetapi juga melalui keberanian peserta untuk mengambil langkah nyata menuju kemandirian ekonomi.

Karena masa depan yang inklusif bukan hanya tentang membuka akses, tetapi juga menciptakan kesempatan bagi setiap talenta untuk tumbuh, berkarya, dan menentukan masa depannya sendiri.

Berita Terkait