DepokNews—Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta (FIKOM USAHID JAKARTA) turut ambil peran dalam mengedukasi masyarakat agar memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak khususnya dalam lingkungan keluarga melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang bertema “ Eduksi Melawan Kekerassan terhadap Perempuan dan Anak” . Program ini dijalankan oleh tim dosen dari Fakultas Ilmu Komunikasi Usahid Jakata yang diketuai oleh Drs. Supriadi M.Si dan didukung oleh Drs. Khairul Syafuddin, M.A, dan Drs. Arry Rahayunianto, MM, M.Si. Kegiatan PKM ini didilaksanakan di Kompleks POLRI Rawa Denok, RT04, RW12, Kelurahan rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok pada tanggal 29 Juli 2022. Yang menjadi mitra adalah Ibu-Ibu PKK dan Majelis Ta’lim Nurul Qur’an dan Aisyah yang berjumlah kurang lebih 50 orang.

Secara umum yang menjadi tujuan yang ingin dicapai dalam program pengabdian  pada masyarakat bagi Ibu Ibu Majelis Taklim Nurul Qur’an dan Majelis Annisa adalah mengedukasi masyarakat agar memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang bentuk bentuk kekerasan terutama dalam keluarga serta cara pencegahannya. Dengan pengetahuan yang dimiliki, masyarakat mitra memiliki kemampuan mengidentifikasi bentuk bentuk kekerasan dan mengetahui cara pencegahannya, sehingga dapat menghindari terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak  di lingkungan. Adapun Tujuan khusus adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada ibu-ibu Majelis Taklim Nurul Qur’an dan ibu ibu Majelis Taklim Annisa Rawa Denok Depok tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
  2. Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang tindakan preventif atau pencegahan agar terhindar dari tindakan kekerasan terhadap dirinya atau pun terhadap anaknya.

Acara dibuka oleh Ibu Neneng Hasanah Ketua Majelis Taklim Nurul Qur’an dan Aisyah RT04,RW12, Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Dalam sambutannya Bu Neneng Hasanah menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia kedatangan  Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Sahid Jakarta yang telah bersedia meluangkan waktu untuk bersilaturahmi dan memberi pencerahan tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak. Beliau menambahkan agar program kegiatan seperti dilanjutkan dengan kegiatan kegiatan lainnya. Demikian sambutan dari Ibu Neneng selaku ketua Majlis Taklim.

                Setelah itu acara dilanjutkan dengan paparan materi yang disampaikan oleh Drs. Supriadi, M.Si yang mengambil topik tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak khusunya dalam lingkungan keluarga dan pencegahannya. Oleh karena itu pemerintah dan DPR mengeluarkan UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (UU PKDRT).  Dalam paparannya dijelaskan bahwa sering kali kekerasan itu terjadi pada relasi yang tidak seimbang, yang satu lebih berkuasa daripada yang lainnya. Oleh karena itu yang menjadi korban kekerasan pada umumnya adalah perempuan dan anak-anak, terutama dalam lingkungan keluarga.  Selanjutnya dalam paparannya Drs. Supriadi, M.Si. menjelaskan ada bentuk-bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak, terutama dalam lingkungan keluarga, yaitu kekerasan emosional. Kekerasan ini biasanya berupa cacian makian, yang mengakibatkan perasaan sakit secara psikis misalnya merasa terhina sampai merasa direndahkan harga dirinya. Untuk pencegahannya menurut Drs.Supriadi, M.Si menjelaskan bahwa pihak orang tua hendaknya menyampaikan nasehatnya secara lemah lembut, rasional dan tegas, sehingga si anak akan lebih focus pada isi nasehatnya dari pada kata kata yang berbentuk cacian dan makian tersebut.

                Kemudian dijelaskan bahwa bentuk kekerasan lainnya adalah kekerasan fisik, kekerasan seksual, dan kekerasan ekonomi. Untuk pencegahan bentuk kekerasan tersebut terutama dalam lingkungan keluarga adalah terutama pihak orang tua dalam berkomunikasi terutama dengan anak harus dilandasi dengan kesabaran dan kasih sayang, tetapi menunjukkan ketegasan dan keseriusan dari pihak orang tua.

                Setelah paparan materi dilajutkan dengan tanya jawab. Pada sesi tanya jawab para jamaah banyak yang bertanya dengan penuh antusias. Pada umumnya para jamaah setelah paparan   memahami apa yang dimaksud dengan kekerasan fisik, seksual dan kekerasan emosional, yang belum dipahami adalah kekerasan ekonomi. Penanya lainnya menanyakan keterkaitan antara bentuk kekerasan yang satu dengan yang lainnya. Misalnya kekerasan fisik dengan kekerasan emosional dan lain-lain.

                Setelah sesi tanya jawab, dilanjutkan dengan pesan dan kesan dari para jamaah majlis taklim. Beberapa jamaah menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi tingginya telah memberi pencerahan dan wawasan yang berkaitan dengan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak dan cara pencegahannya. Sementara itu Ibu Neneng Hasanah ketua Majelis Taklim mengusulkan program pengabdian lainnya berupa pelatihan MC dan public speaking.

                Setelah acara ditutup oleh Ketua Majelis Taklim, acara dilanjutkan dengan pemberian cendera mata masing masing kepada ketua RT yang diwakili Ibu RT diserahkan oleh Drs. Supriadi, M.Si. Kepada ketua Majelis Taklim diserahkan oleh Drs. Safuddin, MA, dan kepada Ketua asrama yang diwakili Istri diserahkan oleh Drs. Ary Rahayunianto, MM, M.Si.

                Setelah itu dilanjtkan dengan acara ramah tamah, dan Tim Pengabdian pada Masyarakat Fikom Usahid ijin pamit meninggalkan tempat.

Previous articleHabib Syarif Gasim Husin Al Attas, Ikut Bebesan Bersama Warga Pasir Putih, Di Daulat Menjadi Saksi Pernikahan
Next articlePolemik SDN Pondok Cina 1, Fraksi PKS Depok : Pemindahan KBM Siswa Sesuaikan Dengan Kalender Akademik