Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Pendidikan

FKM UI , Beji Menjadi Kecamatan Yang Kontaminasi Bakteri Tertinggi Pada Jajanan Anak

badge-check


					FKM UI , Beji Menjadi Kecamatan Yang Kontaminasi Bakteri Tertinggi Pada Jajanan Anak Perbesar

DepokNews– Tim Pengabdian Masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menemukan bakteri yang cukup membahayakan pada jajanan Sekolah di Kecamatan Beji.

Ketua tim Pengmas FKM UI Dr. Ririn menuturkan pada tahun 2018 Pengmas melakukan penelitian mengenai jajanan anak sekolah dasar di Kecamatan Beji. Dari penelitian tersebut ditemukan angka kontaminasi bakteri tertinggi pada jajanan anak (bakteri coliform sebanyak 64% dan bakteri E.coli sebanyak 11%).

” Penelitian lain juga menyebutkan bahwa sebagian besar (94%) pedagang yang berjualan di kantin Sekolah Dasar di Kecamatan Beji belum pernah mengikuti pelatihan mengenai higiene sanitasi pengolahan makanan.” ujarnya saat dikonfirmasi. Rabu (13/11/2019).

Berdasarkan hal tersebut pihaknya
melakukan penyuluhan di SDN Pondok Cina 3, SDN Pondok Cina 5, SDN Beji 4, SDN Beji 5, SDN Beji 7 dan SDN Tanah Baru 2 dan diikuti oleh 22 pedagang jajanan dan 18 pewakilan guru dari setiap sekolah.

” Selain di Sekolah kami juga melakukan penyuluhan ke pedagang jajanan keliling yang tidak menetap dan belum menerapkan higiene sanitasi makanan seperti pemilihan bahan baku, tempat penyimpanan bahan, fasilitas sanitasi dan higiene perseorangan. Hal ini dapat menjadi potensi kontaminasi makanan dan menjadi sumber penyakit,” ungkapnya.

Dijelaskan Ririn penyuluhan dibagi menjadi dua kelompok yaitu pada pedagang dan guru. Pada setiap pertemuan masing-masing kelompok difasilitasi oleh dua orang fasilitator.

“Waktu kegiatan berdurasi 120 menit yang diawali dengan pre-test untuk melihat sejauh mana pengetahuan mereka mengenai higiene sanitasi makanan dan diakhiri juga oleh post-test yang bertujuan untuk melihat pemahaman setelah pemaparan materi. Hasil dari perbandingan pre-test dan post-test menunjukan bahwa ada peningkatan pengetahuan,”tandasnya.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pedagang dan guru mengenai higiene sanitasi, menumbuhkan kepedulian warga sekolah terhadap kualitas jajanan yang dijual di kantin sekolah, dan mengubah perilaku pedagang jajanan sekolah agar terbiasa menerapkan prinsip higiene sanitasi.

Facebook Comments Box

Read More

Universitas Gunadarma Perkuat Tata Kelola Bank Sampah Sukatani melalui Digitalisasi Pembukuan dan SOP Operasional

4 August 2026 - 20:38 WIB

Tingkatkan Kualitas Pembelajaran, Dosen FMIPA UNJ Latih Guru SD di Depok Gunakan Alat Peraga dan Software Matematika

4 August 2026 - 06:06 WIB

Dosen UNJ Perkuat Kompetensi Guru SMP Depok melalui Pelatihan Pembelajaran Matematika Berbasis STEM untuk Mendukung SDG 4

2 August 2026 - 17:46 WIB

Dosen Matematika UNJ Latih Puluhan Guru SMP se-Kota Depok Kembangkan Bahan Ajar Berbasis LMS

2 August 2026 - 03:05 WIB

Universitas Gunadarma : Pelayanan Pemeriksaan Gratis Bagi Sivitas Akademika Universitas Gunadarma di Wilayah Kerja Puskesmas Cisalak Pasar

26 July 2026 - 09:22 WIB

Trending on Pendidikan