Tapos – Kiprah Warga Peduli Aids (WPA) Kecamatan Tapos berdasarkan program kerja Tahun 2021/2022 diantaranya WPA menggerakkan masyarakat untuk ikut terlibat dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS. WPA Kecamatan Tapos yang merupakan bentukan Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Depok bersinergi dengan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap Orang dengan HIV Aids agar ODHA tidak merasa terasing dan tidak terjadi diskriminasi pada ODHA.

Ketua WPA Kecamatan Tapos Kota Depok Agus Suwardi mengatakan, banyak pihak yang konsisten membantu WPA Kecamatan Tapos yakni aparat kecamatan dan kelurahan, PKK, tokoh agama, tokoh masyarakat, RT/RW, sekolah, dan puskesmas. Unsur komponen masyarakat tersebut mendukung program WPA Kecamatan Tapos dalam berkiprah dan perannya terhadap penanganan permasalahan ODHA.

“Kiprah dan peran WPA Kecamatan Tapos diantaranya melakukan sosialisasi pencegahan penyakit HIV Aids dan pendampingan kepada ODHA yang ada di lingkunganya. Kita sosialisasikan ke RT/RW, majelis taklim, sekolah agar masyarakat tidak tertular virus HIV Aids dengan cara selalu mengkampanyekan pola hidup sehat,” kata Agus Suwardi kepada redaksi (4/2/2022).

Selanjutnya Agus Suwardi menyampaikan, jumlah kasus HIV/AIDS di Kecamatan Tapos yang terdata hingga tanggal 21 Januari 2021 mencapai 28 kasus.

“Data kasus ODHA di Kecamatan Tapos secara rinci yang didampingi oleh pendamping ODHA berjumlah 28 orang dan empat orang meninggal. Sebanyak 24 orang terdampingi serta dua orang berobat di rumah sakit luar Kota Depok,” ungkap Agus yang kesehariannya aktif di ormas buruh dan PKS.

Agus menegaskan WPA berkomitmen untuk membantu masyarakat yang terkena penyakit HIV Aids sampai pada proses pendampingannya.

“Bahkan pendamping ODHA WPA Kecamatan Tapos langsung mendampingi ODHA saat minum obat, memastikan yang bersangkutan benar-benar diminum obatnya,” katanya.

Sementara itu pengurus WPA Kecamatan Tapos lainnya Asri Peni Lestari kepada redaksi memaparkan program kerja WPA Kecamatan Tapos Tahun 2021/2022.

“Ada lima program kerja utama WPA Kecamatan Tapos yakni pembekalan orientasi, penyuluhan, pendataan dan pemetaan sasaran, konseling, dan penanganan kasus,” ujar Asri sembari memperlihatkan lembaran program kerja WPA.

Asri menjelaskan, untuk mengetahui keberhasilan program WPA, beragam kegiatan WPA tersebut memiliki indikator keberhasilan.

“Untuk program penyuluhan, jenis kegiatannya yaitu peningkatan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit HIV Aids. Indikator keberhasilannya adalah masyarakat paham tentang HIV Aids tersebut, penularan, dan cara pencegahannya,” jelas Asri yang juga Ketua Pokja1 TP PKK Kecamatan Tapos.

Lebih lanjut Asri mengatakan, indikator keberhasilan WPA lainnya adalah masyarakat paham alur pelaporan dan pengobatan penyakit HIV Aids setelah WPA melakukan penanganan kasus.

“WPA dalam hal penanganan kasus, melakukan pendampingan ODHA dari laporan kader kelurahan dan pendamping ODHA. Adapun penanganan kasusnya, WPA melibatkan unsur Puskesmas dan Dinas Sosial Kota Depok,” pungkas Asri.

Sebelumnya pada peringatan Hari AIDS Sedunia 1 Desember 2021 beberapa waktu lalu Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (IBH) seperti yang dikutip dari portal berita.depok.go.id mengatakan, penanganan HIV/AIDS tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Sebab, menurutnya, dalam upaya penanggulangan juga perlu kontribusi dari komunitas, pihak swasta, maupun masyarakat.

“Penanganan kasus HIV/AIDS harus dengan koordinasi, sinergisitas dan sinkronisasi dari pihak terkait agar pelaksanaannya dapat optimal,” jelas Imam Budi Hartono.

Melalui perangkat daerah terkait, ujar IBH, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok sudah memberikan fasilitas berupa pendampingan dan pelatihan. Seperti pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok lewat puskesmas memberikan konseling dan pendampingan kepada Orang Dengan HIV AIDS (ODHA) dan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok yang memberikan pelatihan. (shl)