H. Moh. Hafid Nasir, Dipl. Ing.

Oleh : Ketua Fraksi PKS DPRD Depok – H. Moh. Hafid Nasir, Dip. Ing.

Alhamduillah Ramadhan kembali menyapa kita, umat Islam sedunia. Sudah puluhan kali kita bertemu dengan bulan mulia ini seiring dengan bertambahnya usia. Namun, ada saudara-saudara kita yang tak sempat bertemu kembali dengan Ramadhan karena Allah SWT telah memanggilnya terlebih dahulu sebelum Ramadhan tiba. Bersyukurlah kita dengan nikmat bersua (kembali) dengan Ramadhan dalam rangka menggapai cinta dan ridha Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Allah SWT. berfirman : la in syakartum la aziidannakum wala in kafartum inna ‘adzabii la syadiid, artinya : Jika kalian bersyukur, maka sungguh Aku akan tambah untuk kalian (akan nikmat). Dan jika kalian kufur, sesungguhnya siksa-Ku sangatlah pedih (QS. Ibrahim ayat 7).

Tak ada cinta tanpa pengorbanan, begitu ungkapan yang sering kita dengar. Bila kita mencintai sesuatu, maka kita harus rela berkorban dan berjuang demi sesuatu itu. Seorang pemuda yang mencintai gadis pujaan yang ingin dipersuntingnya, pasti dia rela berkorban apapun demi mendapatkan gadis itu. Prajurit sejati pasti rela berjuang demi bangsa dan negara yang dicintainya. Seorang pencinta ilmu tentunya akan mengerahkan seluruh potensinya agar dia bisa mereguk ilmu itu sepuas-puasnya.

Begitu juga dengan pencinta Ramadhan akan melakukan hal yang sama agar mendapatkan cinta sepenuhnya dari bulan yang istimewa ini. Dia rela berpuasa (sahur, menahan lapar, dahaga, dan yang membatalkan lainnya), memperbanyak tilawah Al-Qur’an, rajin tarawih dan bersedekah, serta amaliyah lainnya demi mendapatkan ridha-Nya dan menggapai cinta Ramadhan. Cinta Ramadhan sulit diraih jika kita hanya puasa sekedarnya, baca Qur’an sesempatnya, tarawih seadanya, dan sedekah seperlunya, dan istirahat sebanyak-banyaknya. Apalagi jika berpuasa tetapi tidak bisa menahan nafsu dan syahwatnya. Rasul SAW bersabda : “Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR. Ibnu Majah no.1690).

Beribadah serius dan sungguh-sungguh di bulan Ramadhan adalah amaliyah yang sangat terpuji. Selain akan memperoleh derajat takwa (QS. Al-Baqarah ayat 183), bertabur ganjaran yang akan diperoleh para shaaimiin (orang yang berpuasa), antara lain: diampuni dosa-dosanya, dimasukkan ke dalam surga-Nya, dijauhkan dari api neraka, mendapatkan syafa’at di hari kiamat, dan menyehatkan (shuumuu tashihhuu).

Ganjaran yang demikian luar biasa tersebut insyaa Allah akan bisa diperoleh oleh shaaimiin yang puasa dan ibadah Ramadhan yang berkualitas (sesuai tuntunan Allah dan Rasul-Nya). Tentunya kesungguhan dan ketekunan ibadah ini tidak terbatas di bulan Ramadhan saja, tetapi terus dilaksanakan secara istiqamah di bulan-bulan di luar Ramadhan. Bersukacitanya kita menyambut Ramadhan dan keikhlasan mengisinya dengan amal-amal salih yang optimal, mudah-mudahan dapat mengantarkan kita menggapai cinta Ramadhan dan ridha Allah Yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.