Depoknews, Tapos- Sahabat Qur’an (SaQu) Kecamatan Tapos menggelar Kuliah Umum perdana angkatan ke 19 pada Ahad, 7 Mei 2023 di Masjid Baiturahman Perumahan Jatijajar Estate Blok C Kecamatan Tapos Kota Depok.
Kali ini sebagai penyelenggara SaQu Tapos , melibatkan seluruh peserta Tahsin, termasuk Pengajar dan pengurus SaQu Tapos, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat, termasuk Lurah Jatijajar Mujahidin.
Kegiatan dihadiri sekitar 250 peserta.
Agenda di mulai pukul 08.00
diawali dengan tilawah Qur’an oleh Ustadz muda Muhammad Syafiq Rozin, Duta Genre Kota Depok,” kata Sayutinah, salah satu panitia dari SaQu Tapos.
Katanya lagi, ada sambutan-sambutan mulai dari Ketua Yayasan Masjid Baiturahman, hingga Direktur Sahabat Qur’an Pusat Ustadz Chairul Saleh.
“Dilanjutkan pemberian plakat penghargaan untuk Bapak Haji Subandrio dan bunda Hajjah Rita E, selaku tokoh yang memberikan beasiswa rutin kepada peserta Tahsin kelompok Bilal Sukatani,” ujar Yuti.
Kegiatan juga diisi dengan penampilan para ustadzah SaQu Tapos berupa bacaan QS. Al Fatihah dengan bahasa isyarat .
“Sebagai bentuk dukungan kepada Manager SaQu Tapos yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus namun gerak langkah mengembangkan lembaga Sahabat Qur’an tidak pernah surut. Dengan harapan , mimpi SaQu bisa membimbing anak-anak berkebutuhan khusus terwujud. Aamiin,” tuturnya.
Yuti mengatakan, Tak lupa SaQu Tapos memberikan doorprize buat para peserta, salah satunya doorprize untuk peserta tertua dengan usia 79 tahun.
“Adalah Mak Empin. Salah satu peserta yang tinggal di Sukmajaya,” ungkap Yuti.
Adapun acara inti yakni kuliah perdana dengan tema : Life Changing with Qur’an menampilkan nara sumber Bunda Kurnia Widhiatuti.
Peserta dibawa hanyut dengan gaya khas bunda Nia dalam membawakan materi.
“Nyaris 1,5 jam tidak ada peserta yang beranjak dari tempat duduknya.
Semua memusatkan perhatian pada materi beliau .
Digambarkan bagaimana sejatinya Al Qur’an bisa merubah DNA seseorang.
Tinggal bagaimana kita membiasakan segala perilaku dan kebiasaan merujuk pada Al Qur’an.
Dengan terapi menulis Al Qur’an,” jelas Yuti.
Akhirnya hampir semua peserta tertarik untuk berinfaq untuk mendapatkan Al Qur’an Follow the Line untuk terapi yang sudah disiapkan.
Acara berakhir pukul 11.00 dan diakhiri dengan ramah tamah . (shl)






