LIMA JARI BIKIN GRAMMAR LEBIH MUDAH: INOVASI PEMBELAJARAN GRAMMAR BAHASA INGGRIS UNTUK GURU DI KOTA DEPOK
Pendidikan

LIMA JARI BIKIN GRAMMAR LEBIH MUDAH: INOVASI PEMBELAJARAN GRAMMAR BAHASA INGGRIS UNTUK GURU DI KOTA DEPOK

1 hour laluOleh -

DepokNews, DEPOK — Belajar grammar atau tata bahasa Inggris sering kali dianggap rumit. Tidak sedikit siswa yang mampu menghafal berbagai rumus tenses, tetapi masih ragu ketika harus bertanya, menjawab pertanyaan, atau menyusun kalimat dalam komunikasi sehari-hari. Persoalan inilah yang mendorong hadirnya sebuah pendekatan pembelajaran yang sederhana, praktis, dan komunikatif melalui Model Pembelajaran Teknik Lima Jari.

Model tersebut diperkenalkan kepada para guru SMP dan SMA di Kota Depok melalui kegiatan Pelatihan dan Pendampingan Implementasi Model Pembelajaran Teknik Lima Jari dalam Pembelajaran Grammar Bahasa Inggris bagi Guru SMP dan SMA di Kota Depok.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 23–24 Oktober 2026, di Sekolah Terbuka Madani, Beji Timur, Kota Depok. Pelatihan diikuti perwakilan sejumlah Sekolah Terbuka di Kota Depok serta beberapa sekolah swasta.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Mandiri yang dipimpin oleh Dr. Drs. Supriatnoko, M.Hum., bersama tim dosen dan mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional (Bispro), Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Dari Hafalan Rumus ke Keterampilan Berkomunikasi

Selama ini, pembelajaran grammar masih kerap identik dengan hafalan rumus dan latihan tertulis. Siswa dapat saja mengingat pola Simple Present Tense, Simple Past Tense, atau Present Continuous Tense, tetapi belum tentu mampu menggunakannya secara spontan ketika berbicara maupun menulis.

Padahal, grammar seharusnya tidak berhenti pada kemampuan mengenali pola kalimat. Penguasaan tata bahasa perlu membantu murid menyampaikan gagasan, mengajukan pertanyaan, memberikan jawaban, hingga menceritakan pengalaman sesuai konteks waktu.

Kesenjangan antara “tahu rumus” dan “mampu menggunakan” inilah yang menjadi salah satu tantangan pembelajaran bahasa Inggris di sekolah. Karena itu, guru membutuhkan strategi yang mampu menjembatani pemahaman struktur bahasa dengan praktik komunikasi nyata.

Teknik Lima Jari: Belajar dengan Visual dan Kinestetik

Dalam pelatihan ini, para peserta diperkenalkan dengan Model Pembelajaran Teknik Lima Jari, sebuah teknik pembelajaran grammar yang ditemukan dan dikembangkan oleh Dr. Drs. Supriatnoko, M.Hum., dosen Bispro Politeknik Negeri Jakarta.

Teknik ini menggabungkan pendekatan visual dan kinestetik dengan memanfaatkan jari sebagai alat bantu untuk membangun memori murid ketika mempelajari bahasa Inggris. Dengan cara tersebut, proses pembelajaran dibuat lebih konkret dan dekat dengan pengalaman belajar murid.

Dalam penerapannya, guru tidak lagi semata-mata menjadi pusat informasi, melainkan berperan sebagai fasilitator dan pendamping yang memberi ruang kepada siswa untuk mengeksplorasi imajinasi serta keberanian berbahasa.

Kesalahan kalimat pun tidak langsung dipandang sebagai kegagalan. Sebaliknya, kesalahan digunakan sebagai bagian dari proses belajar untuk memperkuat pemahaman murid mengenai penggunaan tenses yang tepat.

Melalui Teknik Lima Jari, guru diajak menghubungkan tiga unsur penting dalam pembelajaran bahasa, yakni bentuk, makna, dan penggunaan (form-meaning-use). Dengan demikian, grammar tidak lagi hanya dipelajari sebagai kumpulan pola, tetapi dilatih sebagai keterampilan yang digunakan dalam komunikasi lisan maupun tulisan.

Teknik ini juga memberi kesempatan lebih besar kepada murid untuk berlatih mengajukan pertanyaan dalam bahasa Inggris serta menyusun kalimat sesuai tenses yang digunakan. Harapannya, murid semakin percaya diri dan tidak lagi takut melakukan kesalahan ketika menggunakan bahasa Inggris.

Guru Antusias, Teknik Dinilai Mudah Diterapkan

Antusiasme terlihat sepanjang kegiatan dua hari tersebut. Sejumlah guru bahasa Inggris dari berbagai Sekolah Terbuka di Kota Depok hadir dan terlibat aktif dalam pelatihan, antara lain dari Sekolah Terbuka Master, Mutiara Cendikia, Philosophia, Al Islah, Bedahan, dan Madani.

Para peserta menilai Teknik Lima Jari menarik karena tidak membutuhkan sarana pembelajaran yang rumit. Guru dapat mempraktikkannya dengan cara sederhana sehingga relatif mudah dipelajari dan berpeluang diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Kesan positif salah satunya disampaikan oleh Ami dari Sekolah Terbuka Madani. Menurutnya, Teknik Lima Jari memberi alternatif baru bagi guru untuk mengajarkan grammar dengan cara yang lebih praktis dan mudah dipahami murid.

Bagi guru, strategi pembelajaran yang sederhana tetapi mampu mendorong murid aktif merupakan kebutuhan penting, terutama dalam menghadapi murid dengan kemampuan belajar yang beragam.

Melalui pelatihan dan pendampingan ini, Teknik Lima Jari diharapkan tidak berhenti sebagai materi pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam proses pembelajaran sehari-hari. Dengan pendekatan yang lebih komunikatif, grammar diharapkan tidak lagi menjadi materi yang menakutkan, melainkan menjadi keterampilan yang lebih mudah dipahami, dipraktikkan, dan digunakan murid dalam berkomunikasi.

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEKNIK LIMA JARI DALAM PEMBELAJARAN GRAMMAR BAHASA INGGRIS BAGI GURU SMP DAN SMA DI KOTA DEPOK

DEPOK — Grammar atau tata bahasa Inggris masih menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah. Tidak sedikit siswa yang mampu menghafal rumus tenses, tetapi mengalami kesulitan ketika harus menggunakannya untuk bertanya, menjawab pertanyaan, apalagi menyusun kalimat dalam komunikasi sehari-hari.

Berangkat dari persoalan tersebut, sebuah pendekatan pembelajaran yang sederhana, praktis, dan komunikatif diperkenalkan kepada para guru SMP dan SMA melalui kegiatan “Pelatihan dan Pendampingan Implementasi Model Pembelajaran Teknik Lima Jari dalam Pembelajaran Grammar Bahasa Inggris bagi Guru SMP dan SMA di Kota Depok.”

Kegiatan ini dilaksanakan di Sekolah Terbuka Madani, Beji Timur, Kota Depok, pada Jumat–Sabtu, 23–24 Oktober 2026. Pelatihan dihadiri oleh sebagian besar perwakilan Sekolah Terbuka di Kota Depok serta sejumlah sekolah swasta.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian Mandiri yang dipimpin oleh Dr. Drs. Supriatnoko, M.Hum., bersama tim dosen dan mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris Untuk Komunikasi Bisnis Dan Profesional (Bispro) Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Jakarta (PNJ).

Mengubah Grammar dari Hafalan Menjadi Keterampilan Berkomunikasi

Selama ini, pembelajaran grammar kerap identik dengan rumus, hafalan, dan latihan tertulis. Siswa mungkin dapat menyebutkan pola Simple Present Tense, Simple Past Tense, atau Present Continuous Tense, tetapi belum tentu mampu menggunakannya secara tepat ketika berkomunikasi.

Padahal, penguasaan grammar bukan sekadar kemampuan menghafal pola kalimat. Lebih dari itu, grammar perlu menjadi keterampilan praktis yang membantu siswa menyampaikan gagasan, mengajukan pertanyaan, memberikan jawaban, serta menceritakan pengalaman sesuai konteks waktu.

Kesenjangan antara memahami rumus dan menggunakannya inilah yang menjadi salah satu persoalan penting dalam pembelajaran bahasa Inggris. Guru membutuhkan pendekatan yang tidak hanya membantu siswa memahami struktur bahasa, tetapi juga memudahkan mereka mempraktikkannya.

Teknik Lima Jari: Sederhana, Praktis, dan Komunikatif

Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan Model Pembelajaran Teknik Lima Jari, sebuah teknik pembelajaran grammar yang ditemukan dan dikembangkan oleh Dr. Drs. Supriatnoko, M.Hum., Dosen Bispro Politeknik Negeri Jakarta. Teknik ini sebah teknik memadukan visual dengan kinestetik untuk membangkitkan memori murid belajar bahasa Inggris. Oleh karena itu,  guru diposisikan sebagai fasilitator dan pendamping murid mengeksplorasi imajinasinya. Kesalahan kalimat yang dibuat murid dijadikan sebagai bagian dari proses penguatan dan pemahaman murid dalam mempelajari tenses.

Melalui Model Pembelajaran Teknik Lima Jari sebagai alat bantu pembelajaran, guru diajak untuk menghubungkan pemahaman struktur bahasa dengan praktik penggunaan kalimat (form-meaning-use). Dengan demikian, grammar tidak hanya dipelajari sebagai kumpulan rumus, tetapi juga dilatih sebagai bagian dari keterampilan berbahasa.

Pendekatan sederhana semacam ini berpotensi membantu guru menghadirkan suasana  belajar yang lebih aktif dan memberikan kesempatan lebih besar kepada siswa untuk berlatih menggunakan bahasa Inggris secara alamiah. Model Pembelajaran Teknik Lima Jari melatih kemampuan murid bertanya dalam bahasa Inggris dan menyusun kalimat sesuai dengan tenses yang digunakan pada komunikasi lisan dan tulisan tanpa keraguan dan takut salah.

Model Pembelajaran Teknik Lima Jari juga memberikan alternatif bagi guru dalam menyajikan materi grammar agar lebih mudah dipahami dan diterapkan, terutama bagi siswa yang selama ini merasa kesulitan membedakan penggunaan tenses ketika membuat kalimat atau mengajukan pertanyaan.

Guru Antusias Mengikuti Pelatihan dan Pendampingan

Sepanjang kegiatan dua hari tersebut, para peserta menunjukkan antusiasme terhadap materi yang disampaikan. Beberapa perwakilan guru bahasa Inggris dari Sekolah Terbuka ikut hadir dalam pelatihan ini seperti Sekolah Terbuka Master, Mutiara Cendikia, Philosophia, Al Islah, Bedahan, dan Madani.

Para  guru terkesan dengan  pelatihan ini karena Model Pembelajaran Teknik Lima Jari untuk mengajarkan grammar dinilai menarik. Selain itu, teknik ini tidak memerlukan sarana dan media yang rumit sehingga teknik ini mudah dipelajari untuk kemudian diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.

Kesan positif dari  peserta, seperti yang disampaikan oleh Ibu Ami dari Sekolah Terbuka Madani, terutama berkaitan dengan peluang penggunaan teknik ini sebagai alternatif dalam mengajarkan grammar secara lebih praktis. Bagi guru, pendekatan yang mudah dipahami dan dapat diterapkan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam memilih strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan murid.

Berita Terkait