Cipayung Depok (15/01/2022). Mengawali tahun 2020, kepengurusan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet RW 01 Cipayung Jaya memilih ketua baru. Hasil voting, Matanih dapat 21 suara dari 43 orang yang hadir. Sebagai sekretaris Sualih Suhendra, dan bendahara Amsori Jaya.

Rapat dilakukan di Masjid At-Taqwa RW 01 Cipayung Jaya. Dimulai pukul 20.45 dan berakhir jam 22.30 wib. Tampak hadir: Ketua RW 01, para ketua RT, Ketua PAWALI (Paguyuban Warga Lingkungan RW 01) yang juga Ketua DKM Attaqwa, wakil DKM Baiturrahim, tokoh masyarakat, dan unsur masyarakat se RW 01 Cipayung Jaya.

Disampaikan Ketua PAWALI M.Saprin, keberadaan pengelolaan pemakaman selama ini kurang transparan. Sehingga menimbulkan tanda tanya masyarakat. PAWALI sebagai perwakilan suara masyarakat merasa perlu mendorong agar manajemen makam diremajakan.

Matanih, salah satu pengurus TPU lama menambahkan. Sebelum Ketua TPU H.Munadih wafat, berpesan kepadanya agar kepengurusan makam disempurnakan. Karena itu rapat peremajaan pengurus makam malam ini (Sabtu, 15/01) menurutnya sesuai dengan wasiat almarhum. Luas TPU Karet adalah 3,4 Ha. Sedangkan jumlah warga RW 01 sekitar 2.500 jiwa. Jadi pembenahan makam sangat penting.

Mengacu pada masukan peserta, tercatat beberapa masalah. Diantaranya: faktor kelembagaan, transparansi keuangan, masa depan status tanah, prosedur penguburan, hak dan kewajiban pengurus maupun warga.

Diminta pendapatnya, H. Pramono warga RW 01 yang juga pengurus FKDM Kota Depok menyatakan. Sangat menyambut gembira acara tersebut. “Ya, masalah Makam ini menyangkut hajat hidup banyak orang. Sehingga perlu ada pengaturan yang jelas,” ujarnya.

Selanjutnya dikatakan, pentingnya segera dibuat pedoman kelembagaan, pedoman kerja pengurus, program kerja, dan mekanisme pertanggung-jawaban.

Ditambahkan, dalam kelembagaan perlu dijelaskan. Diantaranya: berapa lama masa bakti pengurus, siapa yang berhak mengeluarkan SK pengurus, siapa yang bertugas mengawasi, bagaimana hubungannya dengan lembaga PAWALI, kemasjidan, pemerintahan tingkat RT, RW, dan seterusnya.

Ditambahkan oleh ketua terpilih, dalam waktu singkat akan segera mengundang tim perumus. “Saya ingin dibantu perwakilan RT dan para tokoh untuk bersama-sama menyusun pedoman yang diperlukan,” ujarnya.

Sebelum acara diakhiri pembawa acara Gunawan, rapat ditutup dengan doa oleh H.Syamwari. Sebelumnya yang bersangkutan dibantu Suheri menjadi pencatat hasil pemungutan suara.

(SPB/FKDM)