Oleh : Nadia Nur Hafizah STEI SEBI

Setiap kegiatan yang mempunyai arah dan tujuan, memerlukan suatu perencanaan. Tanpa perencanaan yang tepat, tujuan tidak akan dapat dicapai secara efektif dan efisien. Kegiatan perencanaan bertujuan untuk menjamin agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil. Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang dinamis. Perencanaan merupakan proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan, dan mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen, karenanya tanpa perencanaan, fungsi-fungsi lain seperti pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan, tidak akan dapat berjalan.

Dalam hidup ini, pastinya kita akan selalu dihadapkan oleh aktivitas-aktivitas sehari-hari, seperti bermuamalah, bercengkrama, dan juga bekerja. Setiap aktivitas kita tentu diawali dengan menyusun rencana, agar seluruh aktivitas kita dapat berjalan dengan baik dan juga teratur. Hal demikian juga menjadi hal lumrah terutama dalam suatu organisasi maupun perusahaan sehari-hari. 

Lantas, apa makna dari perencanaan sumber daya manusia?

Makna dari perencanaan adalah proses sistematis dan berkesinambungan dalam menentukan kebutuhan SDM di masa depan, baik dari kuantitas maupun kualitasnya pada waktu dan posisi yang tepat untuk melakukan berbagai pekerjaan yang tepat dalam jangka panjang guna mengantisipasi perubahan lingkungan dan organisasi serta meminimalisi biaya dalam rangka pencapaian tujuan

Mengapa perencanaan sangat diperlukan? Berikut ini tujuan-tujuan dari perencanaan sumber daya insani

  1. Menggunakan karyawan secara maksimal
  2. Menarik dan mempertahankan jumlah karyawan yang cukup dengan keahlian memadai
  3. Memenuhi kriteria SDM di masa depan yang berasal dari internal perusahaan
  4. Mengintegrasikan semua kebijakan manajemem yang terkait SDM

Dalam perencanaan sumber daya insani, terdapat aspek-aspek yang harus diperhatikan, antara lain:

  1. Aspek kuamtitas SDM yang tepat
  2. Aspek kualitas yang tepat
  3. Aspek waktu, posisi/penempatan, perilaku bekerja yang tepat
  4. Aspek perhatian terhadap tujuan individu dan organisasi yang tepat
  5. Aspek perubahan lingkungan dan organisasi
  6. Aspek minimasi biaya

Perencanaan dibagi menjadi 3 segi, diantaranya

  1. Permintaan (Demand), terhadap SDM dari rencana strategis manajemen SDM
  2. Penggunaan (Utilization), SDM yang ditinjau dari segi biaya adalah efektif dan efisien
  3. Penawaran (Supply), SDM yang dimanifestasikan dalam jumlah karyawan saat ini dan sejumlah lamaran eksternal kepada organisasi

Setelah kita memahami konsep Human Resources Planning ini, selanjutnya yuk kita cari tau bagaimana sih HR Planning yang dilakukan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW. merupakan manusia yang paling mulia di muka bumi ini. Apa yang beliau sampaikan saat berdakwah mencakup seluruh hal, terutama dalam hal beliau merencanakan sumber daya manusia dan telah berhasil mencetak umat yang kompeten.

Banyak sekali hal-hal yang dapat kita bahas mengenai perencanaan sumber daya insani. Hal tersebut perlu kita pahami dan kita terapkan demi tercapainya sumber daya manusia yang unggul. Islam merupakan agama rahmatan lil alamin, dimana Islam sangat mengutamakan akhal dalam setiap aspek kehidupan. Begitupun yang diterapkan Rasulullah selama masa hidupnya dalam memimpin umat Islam.

Dalam masa pemerintahannya, beliau dengan sempurna menjalankan segala aspek sehingga terciptanya umat Islam yang berkualitas. Lantas, apa saja kah rahasia Rasulullah untuk menciptakan pemerintahan yang baik (Good Governance)? Berikut penjelasannya..

Kepemimpinan Good Governance ala Rasulullah yaitu:

  1. Mengangkat individu yang aslah (paling layak dan sesuai)
  2. Memilih individu dengan kualitas terbaik
  3. Memilih individu yang mempunyai kafaah (kapabilitas) dan amanah.

Dalam menunjang pemeirntahannya, Rasulullah menanamkan 4 prinsip dalam mengatur sumber daya manusia, yaitu.

  1. Sidiq, yaitu jujur.
  2. Amanah, yang berarti dapat di percaya dan bertanggung jawab atas tugas yang diberikan.
  3. Fathanan, yaitu profesional dalam pekerjaan.
  4. Dan Tabligh, yaitu sikap transparan dan bertanggung jawab. 

Banyak hal yang dapat kita ambil dari Rasulullah dalam perencanaan sumber daya manusia, baik dari cara beliau menerapkan pemerintahan yang baik juga bagaimana beliau menerapkan 4 prinsip yang juga merupakan sifat Rasulullah sehingga Rasulullah berhasil membentuk dan mencetak umat yang unggul, oleh karena itu perlu kita teladani apa yang dilakukan Rasulullah dalam menciptakan umat yang baik.