Depok-Pemerintah pusat saat ini lebih menunjukkan kehebatan pembangunan infrastruktur. Hanya saja, realita di masyarakat adalah kurang harmonis antara pembangunan infrastruktur dan SDM. Hal itu dibenarkan Koordinator Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Depok Heri Syaifuddin. “Program Jokowi periode kedua itu kan dulu tentang pembangunan sumber daya manusia. Dan dia janji kampanye, tapi sepertinya tidak terlihat saat ini,”ujarnya seusai acara Ngabuburit kaji budaya “Penyelarasan Pembangunan Infrastruktur dan Pembangunan Sumber Daya Manusia Melalui Seni Budaya. Joglo Nusantara, Situ Pengasinan.

Heri mengungkapkan, masa kepemimpinan saat ini lebih berbicara tentang keberhasilan percepatan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, yang dikhawatirkan adalah infrastruktur maju tapi dari manusianya tidak siap. “Jangan sampai, kemajuan pembangunan infrastruktur ini tidak diimbangi dengan pembangunan masyarakat atau SDM,”katanya.

Untuk itu, lanjutnya, pembangunan fisik dan mental harus selaras. Ia menambahkan, pembangunan fisik saat ini sudah maju tapi harus selaras dengan pembangunan jiwa manusia. “Perlunya social engineering, ruang kebersamaan, berkumpulnya seniman, musisi dan tokoh masyarakat. Bagaimana mereka berdiskusi tentang penyelarasan pembangunan infrastruktur dan pembangunan SDM. Ini belum terlambat, masih ada waktu bagi pemerintah untuk melakukannya,”jelasnya.

Sementara itu, dalam berpuasa bisa bernilai spiritual dan memiliki hikmah kecerdasan sosial. Ia menilai, dengan berpuasa bisa merasakan rasa lapar. Bayangkan, lanjutnya, jika kondisi lapar atau haus karena kondisi alam dan bahan makanan yang tidak tersedia. Untuk itu, dalam berpuasa juga menumbuhkan kepedulian lingkungan.
“Dalam puasa ada nilai spiritual dan kecerdasan sosial yang tinggi,”terangnya.

Rangkain kegiatan diisi dengan diskusi bersama Gusdurian, penampilan dari grup musik Indonesia Care, Mahagenta, story telling Langgar Aksara Nusantara Pengasinan Sawangan Depok, vaksin booster, pembagian sembako, sajian kuliner dari Warung Kangen Desa.