Menu

Dark Mode
Rapat Paripurna Menetapkan Supian Suri – Chandra Rahmansyah Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok PT Tirta Asasta Melaksanakan Program Sosialisasi Pengembangan dan Optimalisasi Jaringan di Wilayah Kecamatan Bojongsari Pengmas Siswa SMAM 4 Depok di PAUD KB Al – Hikmah: Membangun Kreativitas dan Keterampilan Anak Pengmas oleh Siswa SMAM 4 Depok Guna Meningkatkan Literasi Anak di TK ABA 1 Beji Meningkatkan Kecerdasan Motorik dan Literasi Anak melalui Kegiatan Edukatif di Paud Ar-Ridho Disdukcapil Depok Jemput Bola Urus Dokumen Kependudukan untuk Lansia, Orang Sakit dan Disabilitas

Ragam

Psikolog Sebut Asuransi Dipiliha Masyarakat Untuk Penuhi Rasa Aman 

badge-check


					Asuransi (Ilustrasi) Perbesar

Asuransi (Ilustrasi)

DepokNews- Psikolog Universitas Pancasila (UP) Aully Grashinta menilai, kebutuhan akan rasa aman itu termasuk kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi setelah kebutuhan psikologi seperti makan minum, istirahat dan lainnya.
Kebutuhan untuk memenuhi rasa aman ini salah satunya dilakukan dengan menggunakan jasa asuransi. Asuransi memang melihat adanya kebutuhan ini dan membuat produk yang paling tepat. Misalnya untuk keluarga baru ditawari asuransi pendidikan, sudah lebih matang biasanya ditawarin asuransi kesehatan dan jiwa.
“Jadi tujuan daripada asuransi adalah memenuhi kebutuhan tersebut,” katanya.
Dengan memiliki asuransi, orang cenderung merasa aman kalau terjadi sesuatu dengan dirinya, benda yang dimilikinya bahkan kompetensinya. Sehingga tak heran ada orang yang sampai mengasuransikan suaranya. Karena sistemnya adalah angsuran maka dilihat lebih mudah daripada sekedar menabung.
“Dengan asuransi, klien berharap dapat mendapat penggantian yang mudah dan cepat saat terjadi claim. Tidak sesulit kalau kita punya aset dan perlu waktu untuk menjualnya,” paparnya.
Harapan kecepatan dan kemudahan kepastian serta nilai uang yang stabil menjadi acuan mengapa orang memilih membeli polis asuransi. Sehingga ketika apa yang diperjanjikan pada polis asuransi tidak dipenuhi tentunya menimbulkan kekecewaan dari klien. Dan jika dianggap wan prestasi dan melanggar perjanjian maka hak klien juga untuk menuntut secara hukum.
“Masalahnya disini, penjualan polis lebih banyak dilakukan mulut ke mulut atas dasar rekomendasi yang dilakukan oleh agen. Nah agen ini sangat tinggi turn overnya karena bekerja by komisi sehingga sangat mudah lepas ikatan kerja dengan perusahaan asuransi tersebut,” ungkapnya.
Apa yang dijanjikan secara lisan belum tentu sesuai dengan yang tertulis. Ketika agen resign maka jadi sulit bagi klien untuk melakukan claim. Oleh karena perjanjian tertulis pada polis harus dibaca dengan baik baik dan disaksikan tidak hanya oleh agent tetapi kita bisa minta wakil perushaan untuk menjelaskan.
“Mengunjungi kantor pusat asuransi juga perlu dilakukan agar kalo ada claim lebih mudah, walopun biasanya agent menawarkan ‘kemudahan’ segala diantar ke rumah/kantor klien,” katanya.
Sebelum terjadi claim, klien harus bertanya dan meminta dokumen tertulis pada pihak asuransi supaya lebih jelas. Jangan sampai niat membeli polis asuransi dengan tujuan agar merasa aman, tetapi malah menimbulkan masalah dan keresahan saat claim dilakukan.(mia)
Facebook Comments Box

Read More

Rapat Paripurna Menetapkan Supian Suri – Chandra Rahmansyah Sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok

7 February 2025 - 10:19 WIB

PT Tirta Asasta Melaksanakan Program Sosialisasi Pengembangan dan Optimalisasi Jaringan di Wilayah Kecamatan Bojongsari

7 February 2025 - 10:11 WIB

Pengmas Siswa SMAM 4 Depok di PAUD KB Al – Hikmah: Membangun Kreativitas dan Keterampilan Anak

6 February 2025 - 16:27 WIB

Pengmas oleh Siswa SMAM 4 Depok Guna Meningkatkan Literasi Anak di TK ABA 1 Beji

6 February 2025 - 16:25 WIB

Meningkatkan Kecerdasan Motorik dan Literasi Anak melalui Kegiatan Edukatif di Paud Ar-Ridho

6 February 2025 - 16:23 WIB

Trending on Ragam