DepokNews- Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Depok berdiskusi dan paparkan kinerja pembangunan saat bersilahturahmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok, Selasa (06/12/2022).

Kegiatan diskusi santai ini juga merupakan program Bappeda Kota Depok bertema Kolaborasi Bareng Komunitas (Kongko) Pembangunan.

“Kegiatan ini untuk menjaring aspirasi masyarakat dengan melibatkan tujuh aktor pembangunan (heptahelix), salah satunya juga para wartawan,” ujar Kepala Bappeda Kota Depok, Dadang Wihana.

Menurut Dadang, dalam Kongko Pembangunan menghadirkan tujuh aktor atau heptahelix pembangunan yaitu akademisi, bisnis, masyarakat, pemerintah, media, NGO, dan pengamat. 

Masing-masing unsur memberikan kontribusi masukan isu strategis kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk perencanaan pembangunan.

“Kegiatan Kongko Pembangunan merupakan program Bappeda Kota Depok yang dibuat secara santai, tidak formal, agar keluar ide-ide untuk perencanaan pembangunan,” jelasnya.

Lanjut Dadang, ide-ide dan masukan yang terjaring dari kegiatan ini dibahas pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Isu Strategis. 

“Jadi, untuk melakukan pembangunan segala bidang, terutama pembangunan infrastruktur di Kota Depok perlu partisipasi dan kolaborasi bersama semua elemen,” terangnya.

Ia mengungkapkan, Bappeda Kota Depok telah merencanakan beberapa kegiatan pembangunan yang saat ini sedang dan akan dilaksanakan diantaranya yakni pembangunan underpass Jalan Dewi Sartika, pelebaran jalan Simpang Ramanda dan Simpang Sengon serta pelebaran Jalan Raya Sawangan dari Simpang Kodim (Perempatan Mampang) sampai Simpang Parung Bingung. 

Kemudian perencanaan lahan relokasi SDN Pondok Cina 1 untuk pembangunan Masjid Agung Jami Al Quddus, perencanaan pembangunan gedung SMPN 34 di Pondok Cina dan juga rencana relokasi masjid di perempatan Mampang. 

“Rencana pembangunan Masjid Agung Jami Al Quddus di Jalan Raya Margonda merupakan aspirasi masyarakat sejak lama. Perencanaannya sudah sejak lama, sejak 2015 dan juga dananya sudah ada dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar). Relokasi SDN Pondok Cina 1 yang berada dipinggir Jalan Raya Margonda itu dilakukan karena sudah tidak layak dari segi keamanan, keselamatan dan kenyamanan siswa,” pungkas Dadang.

Previous articleFaktor Cuaca dan Jelang Natal Penyebab Harga Sembako Merangkak Naik
Next articleDPRD Kota Depok Setujui Sejumlah Rancangan Perda dan Penyampaian Reses Untuk Masa Sidang ke Tiga 2022