DepokNews–Sekolah Guru Indonesia (SGI) wilayah kota Depok kembali menyelenggarakan kegiatan SGI Master Teacher (SMT) setelah dua tahun vakum karena pandemi. SMT merupakan program pelatihan dan pembinaan kompetensi guru tingkat sekolah dasar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan penguatan nilai-nilai kepemimpinan guru serta menciptakan inovasi pembelajaran. SMT angkatan 45 ini berhasil dilaksanakan setelah melalui rangkaian persiapan yang meliputi koordinasi, promosi, dan seleksi. Peserta terpilih yang berkesempatan mengikuti SMT kali ini berjumlah 15 orang serta berasal dari beragam sekolah, yakni SDIT Mutiara Islam, SIT Al Kiyan, SDIT Al Hikmah, SDIT Mawaddah, SDI Al Azhar 2, SDIT Al Musfiroh, SDI Ramah Anak, SDI Al Fauzien, dan SD HFO.

OPTIK SEJAHTERA WA: 0896-7262-4114

Kegiatan diawali dengan Studium General yang diselenggarakan oleh SGI pusat dan diikuti serentak oleh seluruh wilayah pada tanggal 27 Maret 2022. Satu pekan kemudian perkuliahan pun digelar, tapi karena bertepatan dengan hari pertama ramadhan maka dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting. Sebelum perkuliahan dimulai, para peserta yang bertugas dalam apel pagi sudah bersiap. Petugas apel terdiri dari tech host (jika luring diganti dengan pemimpin apel), MC, pembaca 10 Kepemimpinan Guru, pembedah buku, ice breaker, pembaca doa, dirigen, dan bagian dokumentasi. Materi pada perkuliahan perdana adalah Learning Management System (LMS) dan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dibawakan secara detail oleh koordinator wilayah Depok yakni Guru Toni yang amat kompeten dengan topik ini.

Pada pekan-pekan selanjutnya, kegiatan dilakukan secara luring tiap hari minggu sejak pukul 8 pagi hingga jam 12 siang di SDIT Mutiara Islam. Materi yang dibahas saat pertemuan kedua ialah Diferensiasi Pembelajaran yang difasilitasi oleh trainer SGI yaitu Guru Anas. Dari ekspresi dan bahasa tubuh terlihat bahwa peserta lebih antusias saat perkuliahan dilaksanakan secara luring. Melalui lembar refleksi pun tertera bahwa peserta merasa lebih fokus dan semangat saat belajar lewat tatap muka. Guru Anas pun mampu menyampaikan materi dengan baik dan teratur. Pekan berikutnya materi diisi dengan apik dan mudah dipahami oleh Guru Yani dengan tema yang sedang viral yaitu Project Based Learning (PjBL). Peserta nampak serius menyimak karena PjBL merupakan model pembelajaran dengan porsi waktu khusus pada Kurikulum Merdeka yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2022/2023.

Perkuliahan keempat adalah pertemuan terakhir sebelum libur lebaran. Kali ini materi yang diangkat tentang Manajemen Kelas Kolaboratif. Guru Ira sebagai narasumber menyajikan materi dengan menarik dan menyenangkan sehingga peserta cukup paham dan siap mengaplikasikan di kelas maupun sekolahnya masing-masing. Saat luring, selalu ada aktivitas kelompok untuk memberi kesempatan pada peserta berdiskusi dan menuangkan idenya dalam menyelesaikan tantangan yang diberikan. Setelah itu tiap kelompok mempresentasikan hasil kerjanya sehingga bisa menjadi inspirasi bagi kelompok lainnya. Kelompok terbaik akan mendapatkan kalung apresiasi yang amat sederhana dari pengelola tapi bisa menghangatkan suasana. Selain itu ada juga reward untuk peserta teladan dan peserta yang hadir pertama dalam tiap pertemuan. Kegiatan berikutnya akan dilanjutkan setelah libur lebaran dengan materi yang lebih seru dan aktivitas yang lebih asyik sehingga bisa memberi kesan mendalam dan bermanfaat setelah program berakhir.