DEPOK – Pertanian perkotaan (urban farming) menjadi salah satu alternatif favorit warga Kota Depok semasa pandemi. Selain
menjadi sebuah hobi baru, memanjakan mata dengan pemandangan hijau di pekarangan rumah, juga sanggup menyediakan suplai
sayuran segar dan sehat bagi keluarga.

Bagi tipikal mayoritas warga Kota Depok yang tidak memiliki lahan luas untuk kegiatan bertanam, ada solusi yang menarik untuk
dijalani, yaitu menanam dengan hanya menggunakan media air, atau yang populer disebut dengan sistem hidroponik. Sistem
hidroponik bisa digunakan untuk mengatasi keterbatasan lahan yang semakin tahun semakin sempit, sangat cocok diterapkan di
perkotaan berkembang seperti Kota Depok.

Di bagian timur Kota Depok, tepatnya Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong, Bidang Tani dan Nelayan (BTN) Partai Keadilan
Sejahtera (PKS) Kota Depok mengembangkan Demplot (Demonstration Plot) dengan sistem hidroponik bernama Demplot Sukamaju
Farm. Demplot yang didedikasikan bagi kegiatan Sekolah Tani PKS ini terbuka bagi warga masyarakat Kota Depok yang ingin belajar langsung teknik pertanian sistem hidroponik. Widiarto, selaku manajemen demplot sekaligus Ketua Departemen Tani BTN PKS Depok mengungkapkan tentang Sekolah Tani PKS, “Kegiatan Sekolah Tani kami desain sesuai dengan kebutuhan warga sekitar dan warga Kota Depok secara luas, dengan model belajar yang efisien dan menyenangkan selama ini sangat diminati oleh warga. Alhamdulillah program kami bisa diterima oleh masyarakat Depok”.

“Sebagai prolog, kami menjelaskan kepada masyarakat perihal beberapa keunggulan dari sistem hidroponik”, unggah Widiarto. Yaitu diantaranya:

Pertama,
Bertanam dengan sistem hidroponik mengedepankan konsep tata kelola tanaman yang mudah dan lebih hemat air, meskipun ada yang menggunakan sistem pengairan melalui pipa yang terus mengalir, tetapi air yang mengalir akan kembali ke penampungan dan terus berputar dalam mengairi lahan dan dapat terus digunakan untuk menutrisi tanaman selama diberikan pelarut nutrisi dalam campuran air. Beberapa studi menunjukkan efisiensi pemakaian air dalam hidroponik mencapai 10% dari air yang diperlukan tanaman untuk tumbuh di tanah. Sistem ini sangat cocok digunakan oleh wilayah pertanian atau perumahan yang memiliki persediaan air terbatas.

Kedua,
Bertanam di pekarangan rumah, sistem hidroponik tidak membutuhkan banyak lahan, dapat menanam secara horizontal atau vertikal, bertumpuk atau bertingkat, dan sebagainya. Selain itu sistem budidaya tanaman hidroponik tidak membutuhkan tanah atau pupuk, sehingga proses berkebun menjadi lebih bersih dan mudah, sehingga dapat menghemat tenaga untuk kegiatan produktif lainnya.

Ketiga,
Nutrisi yang terdapat dalam air mengalir dalam sistem hidroponik akan lebih mudah diserap oleh tanaman. Hasilnya, proses
pertumbuhan tanaman lebih baik karena nutrisi bisa langsung diserap. Pertumbuhannya pun lebih cepat, sehingga memungkinkan untuk menanam buah dan sayur dengan hasil produksi maksimum tanpa bergantung pada pengaruh cuaca, sehingga bisa menjamin ketersediaan sayur dan buah segar di rumah.

Bagaimana apakah Anda tertarik untuk ikut kegiatan budidaya tanaman dengan sistem hidroponik? Simak update kegiatan dan program BTN PKS Kota Depok melalui akun Instagram @btnpksdepok.