Politeknik Negeri Jakarta Mendorong Peningkatan Administrasi Publik Melalui Digitalisasi Layanan Vokasi

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

DEPOK NEWS – Upaya memperkenalkan inovasi teknologi pertanian dan energi terbarukan kepada generasi muda serta masyarakat terus diperkuat Universitas Gunadarma melalui Pusat Unggulan Iptek Smart and Sustainable Agricultural Technology (PUI-START) UG Technopark, Cianjur.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Smart Renewable Energy Workshop – Seri 2 dan Smart Agricultural Community Learning Program – Seri 3 yang berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat, 29–30 Oktober 2026, di UG Technopark, Cianjur.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PUI-START Universitas Gunadarma melalui Program InSaintek Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) ini melibatkan lebih dari 500 peserta dari SMKN 1 Karang Tengah, Cianjur, serta berbagai unsur yang memiliki keterkaitan dengan sektor pertanian.
Peserta terdiri atas siswa dan guru, perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP), penyuluh pertanian lapangan (PPL), petani, serta perwakilan Perum BULOG Cabang Cianjur. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadikan kegiatan ini tidak hanya sebagai sarana pembelajaran teknologi, tetapi juga sebagai ruang pertemuan antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat pertanian.
Sekretaris PUI-START Universitas Gunadarma, Dr. Herik Sugeru, S.P., M.M.S.I., menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Smart Renewable Energy Workshop dan Smart Agricultural Community Learning Program merupakan bagian dari upaya PUI-START untuk memperluas pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus mempertemukan inovasi perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya di bidang pertanian dan energi terbarukan, perlu dikenalkan kepada berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda. Kami berharap para siswa dan guru tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki ketertarikan untuk mengenal, mempelajari, dan mengembangkan teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, melalui inisiasi ekosistem Smart and Sustainable Agricultural Community Preneur, kami juga berupaya mempertemukan perguruan tinggi, pemerintah, penyuluh, petani, BULOG, dan pelaku usaha agar dapat membangun kolaborasi yang berkelanjutan dalam pengembangan sektor pertanian,” ujar Herik.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keberhasilan pengembangan inovasi tidak hanya diukur dari teknologi yang berhasil dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana teknologi tersebut dapat diterapkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai workshop atau forum diskusi semata. Akan tetapi, dapat dilanjutkan dengan berbagai bentuk kolaborasi, pendampingan, pengembangan kapasitas, serta penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, keberadaan PUI-START Universitas Gunadarma dapat semakin memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pertanian yang cerdas, produktif, dan berkelanjutan,” tambahnya.
Membawa Pembelajaran Teknologi Lebih Dekat kepada Generasi Muda
Perkembangan teknologi telah membawa perubahan dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk pertanian dan pengelolaan energi. Pemanfaatan teknologi digital, sistem pertanian cerdas, serta energi terbarukan menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas dan keberlanjutan sektor pertanian.
Namun, pengenalan terhadap perkembangan teknologi tersebut perlu dilakukan sejak dini, terutama kepada generasi muda yang nantinya akan menjadi bagian dari sumber daya manusia penggerak pembangunan.
Melalui Smart Agricultural Community Learning Program Seri 3, siswa dan guru SMKN 1 Karang Tengah memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai inovasi yang dikembangkan di lingkungan UG Technopark. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penyampaian materi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung melalui pengenalan fasilitas, teknologi, serta penerapannya dalam kehidupan nyata. Selain itu mereka juga mendapatkan pelatihan pengoperasian dasar drone yang dibimbing langsung oleh Bagas Elang Samudra, S.P., M.T. dari Prodi Agroteknologi Universitas Gunadarma.
Sementara itu, Smart Renewable Energy Workshop Seri 2 menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman mengenai pemanfaatan energi terbarukan, khususnya dalam mendukung kegiatan produktif yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Pendekatan pembelajaran semacam ini diharapkan dapat memperluas wawasan peserta bahwa pertanian masa depan tidak lagi hanya bergantung pada metode konvensional. Perkembangan teknologi memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan dengan pendekatan yang lebih terukur, efisien, dan berkelanjutan.
Bagi siswa sekolah menengah kejuruan, pengalaman tersebut juga menjadi kesempatan untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di sekolah dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
Kepala Sekolah Apresiasi Kesempatan Belajar di UG Technopark
Kepala SMKN 1 Karang Tengah, Sudirman, S.Pd., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para siswa dan guru untuk mengikuti kegiatan pembelajaran di UG Technopark.
Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta didik karena mereka dapat mengenal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara lebih dekat, sekaligus memperoleh wawasan yang mungkin belum sepenuhnya didapatkan melalui pembelajaran di ruang kelas.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan melalui kerja sama yang berkelanjutan antara pihak sekolah dan Universitas Gunadarma.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada sekolah kami untuk mengikuti kegiatan ini. Anak-anak mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, khususnya mengenai perkembangan teknologi pertanian dan energi terbarukan. Selain itu mereka diajarkan pengoperasian dasar drone. Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut melalui kerja sama yang lebih luas antara SMKN 1 Karang Tengah dan Universitas Gunadarma, sehingga ke depan semakin banyak ilmu dan pengalaman yang dapat diperoleh oleh siswa maupun guru,” ungkap Sudirman.
Harapan tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkaya proses pembelajaran. Terlebih, perkembangan teknologi menuntut lembaga pendidikan untuk terus membuka diri terhadap berbagai sumber pengetahuan dan pengalaman di luar lingkungan sekolah.
Pengalaman Guru dan Siswa: Belajar Lebih Dekat dengan Teknologi
Antusiasme juga terlihat dari para guru dan siswa yang mengikuti rangkaian kegiatan selama dua hari tersebut.
Salah satu guru pendamping, Dadan, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran yang bermanfaat bagi siswa. Menurutnya, kesempatan untuk melihat dan mengenal langsung berbagai teknologi menjadi nilai tambah karena siswa dapat memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai penerapan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
“Menurut saya, kegiatan ini sangat positif dan memberikan pengalaman baru bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga bisa melihat dan mempraktikkan secara langsung perkembangan teknologi yang berkaitan dengan pertanian dan energi terbarukan. Harapannya, ilmu yang diperoleh di sini bisa menambah wawasan dan menjadi motivasi bagi siswa untuk terus belajar serta mengembangkan kemampuan mereka,” ujar Dadan.
Hal serupa dirasakan oleh para siswa peserta kegiatan. Salah seorang siswa yang mengikuti kegiatan mengungkapkan bahwa pembelajaran di UG Technopark memberikan pengalaman yang menarik karena dapat mengenal hal-hal baru yang sebelumnya belum banyak diketahui.
“Kegiatannya sangat menarik karena kami bisa mendapatkan pengetahuan baru, melihat langsung teknologi yang digunakan, dan yang paling seru adalah diajarkan cara menerbangkan drone. Wow….seru banget! Sebelumnya mungkin kami hanya mengetahui dari pelajaran atau penjelasan guru, tetapi di sini kami bisa mengenal lebih dekat bagaimana teknologi tersebut dikembangkan dan dimanfaatkan. Semoga kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan lagi agar kami mendapatkan lebih banyak pengalaman,” ungkap salah seorang siswa.
Sementara itu, salah seorang siswi juga menyampaikan kesan positifnya selama mengikuti kegiatan. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk belajar dengan suasana yang berbeda sekaligus memperluas wawasan mengenai teknologi pertanian dan energi terbarukan.
“Senang sekali bisa mengikuti kegiatan ini. Banyak hal baru yang kami pelajari dan pengalaman yang tidak selalu bisa kami dapatkan di sekolah. Kegiatan ini membuat kami lebih mengenal teknologi dan mengetahui bahwa pertanian juga bisa dikembangkan dengan berbagai inovasi modern. Dan yang paling seru tadi kami diajarkan praktik menerbangkan drone….Keren abis! Semoga ke depannya semakin banyak kegiatan seperti ini yang melibatkan siswa,” tuturnya.
Berbagai tanggapan tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran di luar lingkungan sekolah dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi peserta didik. Selain memperkaya pengetahuan, kegiatan semacam ini juga dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, motivasi belajar, dan ketertarikan generasi muda terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Membangun Ekosistem Smart and Sustainable Agricultural Community Preneur
Tidak hanya berfokus pada kegiatan pembelajaran bagi siswa dan guru, pada Kamis, 29 Oktober 2026, PUI-START Universitas Gunadarma juga menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Inisiasi Ekosistem Smart and Sustainable Agricultural Community Preneur.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pertanian yang cerdas, berkelanjutan, dan memiliki orientasi kewirausahaan berbasis komunitas.
FGD tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPHP), penyuluh pertanian lapangan (PPL), petani, serta Kepala Perum BULOG Cabang Cianjur, M. Azwar Fuad.
Untuk memperkaya diskusi, kegiatan ini juga menghadirkan Direktur PT Agro Indo Mandiri, Angga Agung Gumelar, S.P., sebagai narasumber yang memberikan perspektif dari sisi dunia usaha dan pengembangan ekosistem pertanian.
Pertemuan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun hubungan yang lebih kuat antara berbagai unsur dalam rantai ekosistem pertanian. Pengembangan pertanian berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan penerapan teknologi di tingkat produksi, tetapi juga memerlukan dukungan kelembagaan, pendampingan, akses pasar, penguatan kapasitas petani, serta keterlibatan dunia usaha.
Dalam konteks tersebut, perguruan tinggi memiliki peran penting sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang dapat dihubungkan dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, pemerintah daerah dan penyuluh pertanian memiliki peran dalam memperkuat pendampingan serta menghubungkan inovasi dengan kondisi dan kebutuhan petani di lapangan. Keterlibatan BULOG juga menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai ekosistem pangan, terutama berkaitan dengan penyerapan hasil pertanian, kepastian pasar, dan penguatan rantai pasok.
Dari sisi pelaku usaha, keterlibatan perusahaan diharapkan dapat membuka perspektif mengenai peluang pengembangan usaha, kemitraan, serta pemanfaatan hasil inovasi agar memiliki nilai ekonomi dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
Melalui forum ini, para peserta diajak untuk melihat bahwa pertanian berkelanjutan memerlukan kolaborasi lintas sektor. Teknologi yang dikembangkan perlu bertemu dengan kebutuhan petani, peluang usaha harus didukung oleh rantai pasok yang baik, sedangkan pengembangan komunitas perlu diarahkan agar mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang produktif.
Mendorong Kolaborasi yang Tidak Berhenti pada Forum Diskusi
Salah satu hal penting yang mengemuka dalam FGD tersebut adalah harapan agar inisiasi ekosistem Smart and Sustainable Agricultural Community Preneur dapat dilanjutkan dan dikembangkan menjadi program kolaborasi yang nyata.
Para peserta memandang bahwa pertemuan lintas sektor seperti ini perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret, sehingga gagasan dan peluang kerja sama yang dibicarakan tidak berhenti sebagai wacana.
Keterlibatan pemerintah, penyuluh, petani, perguruan tinggi, BULOG, dan pelaku usaha diharapkan dapat menjadi fondasi awal untuk membangun pola kemitraan yang saling mendukung.
Salah satu peserta FGD menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas.
“Menurut kami, forum seperti ini sangat penting karena mempertemukan berbagai pihak yang selama ini memiliki peran masing-masing dalam sektor pertanian. Harapannya, inisiasi ekosistem community preneur ini tidak berhenti pada kegiatan diskusi saja, tetapi dapat dilanjutkan dan dikembangkan menjadi program nyata. Dengan adanya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, penyuluh, petani, BULOG, dan dunia usaha, kami berharap akan muncul peluang kerja sama yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pertanian,” ungkap salah seorang peserta.
Harapan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pengembangan ekosistem pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan berbagai pihak untuk membangun komunikasi, kepercayaan, dan komitmen bersama.
Dengan demikian, FGD ini diharapkan menjadi titik awal dalam merumuskan arah pengembangan ekosistem Smart and Sustainable Agricultural Community Preneur yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Sinergi Pendidikan, Teknologi, dan Pemberdayaan Masyarakat
Penyelenggaraan Smart Renewable Energy Workshop Seri 2, Smart Agricultural Community Learning Program Seri 3, serta FGD Inisiasi Ekosistem Smart and Sustainable Agricultural Community Preneur menunjukkan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dilakukan melalui pendekatan yang melibatkan berbagai kelompok masyarakat.
Ketiga kegiatan tersebut memiliki keterkaitan yang saling melengkapi.
Melalui kegiatan pembelajaran, siswa dan guru memperoleh kesempatan untuk mengenal perkembangan teknologi pertanian dan energi terbarukan. Melalui forum diskusi, para pemangku kepentingan dapat membangun kesepahaman mengenai kebutuhan dan peluang pengembangan sektor pertanian. Sementara itu, keterlibatan pemerintah, petani, penyuluh, BULOG, dan pelaku usaha membuka peluang agar inovasi yang dikembangkan dapat terhubung dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Bagi PUI-START Universitas Gunadarma, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi agar tidak hanya berkembang di lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan dan masyarakat secara lebih luas.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat InSaintek untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam menghasilkan, mengembangkan, serta mendiseminasikan inovasi yang dapat menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Ke depan, kolaborasi semacam ini diharapkan dapat terus diperluas melalui kegiatan pendidikan, pelatihan, riset terapan, pendampingan masyarakat, hingga pengembangan kemitraan usaha di sektor pertanian.
Apresiasi kepada Kemdiktisaintek dan Universitas Gunadarma
PUI-START Universitas Gunadarma menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) atas dukungan pendanaan melalui Program Semesta Saintek–InSaintek 2026, yang memungkinkan terselenggaranya berbagai kegiatan pembelajaran, pengenalan teknologi, serta inisiasi kolaborasi dengan masyarakat.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas Gunadarma atas dukungan kelembagaan, fasilitas, dan komitmen dalam mengembangkan UG Technopark sebagai ruang pembelajaran, pengembangan inovasi, serta pemberdayaan masyarakat.
Apresiasi turut diberikan kepada SMKN 1 Karang Tengah, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, para penyuluh pertanian lapangan, petani, Perum BULOG Cabang Cianjur, PT Agro Indo Mandiri, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan.
Melalui kolaborasi yang terus dibangun, PUI-START UG Technopark berharap dapat menjadi salah satu penghubung antara pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya ekosistem pertanian yang lebih cerdas, produktif, mandiri, dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, pertanian masa depan bukan hanya tentang teknologi yang semakin maju, melainkan juga tentang bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan bersama, menciptakan peluang ekonomi, memperkuat komunitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


