DepokNews- Wujud kecintaan terhadap budaya bangsa, adalah berupaya menjaga dan melestarikan budaya tersebut. Seperti halnya Batik yang ditetapkan United Nations of Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai Budaya Tak-benda Warisan Manusia.

AnakiAnak Yatm Depok Full GRATIS Info Lengkap Pelayanan Optik Sejahtera Klik Disini

Untuk itu, Anggota DPRD Kota Depok, Qonita Lutfiyah mengharapkan, agar seluruh bangsa Indonesia bangga menggunakan batik dan menjaga kelestariannya. Sehingga, tidak tergilas oleh budaya barat dan kecanggihan teknologi.

“Batik merupakan salah satu ciri khas bangsa Indonesia yang sangat kaya dengan motif dan filosofinya. Sehingga, kita sebagai warga Negara Indonesia harus bangga menggunakan Batik dan menjaga kelestariannya. Hari Batik Nasional, diharapkan masyarakat lebih meningkatkan kecintaannya terhadap Batik,” tutur Qonita.

Saat ini, sambung politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, Batik sudah digunakan untuk acara-acara non formal, sehingga desain baju Batik sudah mengalami perkembangan, di mana generasi milenial dapat menggunakan untuk acara-acara mereka.

“Sekarang pun beberapa instansi, seperti pendidikan membuat aturan untuk mengenakan Batik di hari-hari tertentu. Namun, kita ingin agar Batik lebih dicintai dan mudah diakses masyarakat,” kata Qonita.

Dewan Dapil Kota Depok VI (Sawangan, Bojongsari, Cipayung) ini pun berharap agar pemerintah dapat memberikan perhatian kepada pengrajin Batik dan pelaku UMKM yang melestarikan Batik, khususnya Batik khas Depok yang sudah di SK-kan Walikota Depok.

“Harus ada intervensi anggaran untuk pengrajin Batik, khususnya yang memproduksi Batik khas Depok. Berikan mereka pelatihan digital, marketing digital hingga memudahkan akses permodalan, tujuannya agar mereka berkembang dan Batik dapat menyebar di Kota Depok,” ujarnya.

Muaranya, Sambung Qonita, juga dapat membantu roda perekonomian masyarakat yang terlibat pada proses pembuatan sampai penjualannya. Selain itu, penting juga menghargai para pengrajin Batik yang menjadi ujung tombak dalam menjaga kelestarian batik itu sendiri.

“Penting untuk menghargai keberadaan Batik berikut juga para pembatik dengan cara memakai batik tulis atau batik cap. Harus kita support para pengrajin batik dengan membeli dan menggunakan hasil karya mereka,” tandasnya.

Previous articleTiga Partai Dukung Anies Baswedan Capres, Politikus PKS Depok: Realisasikan Keinginan Rakyat
Next articlePekerjaan Normalisasi Saluran Irigasi RW 01 Rawageni Diapresiasi Warga