DepokNews — Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Depok, Moh. Hafid Nasir, mengapresiasi program GLADIS TIKTOK (Gebyar Layanan Disdukcapil Tingkat Kecamatan se-Kota Depok) yang menuntaskan layanan administrasi kependudukan (adminduk) dalam sehari di 11 kecamatan se-Kota Depok (3 Mei 2026).
“Ini ikhtiar bagus. Jemput bola ke kecamatan, warga tidak perlu jauh-jauh ke Balai Kota. KTP, KIA, akta kelahiran, hingga akta kematian bisa selesai dalam sehari. Ini wajah birokrasi yang melayani,” ujar Moh. Hafid Nasir, yang akrab disapa Bang Hafid.
Program yang digelar pada April hingga Juli 2026 dalam rangka HUT ke-27 Kota Depok ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Di Kecamatan Cimanggis pada 10–11 April lalu, tercatat penerbitan 34 KIA, 14 aktivasi IKD, 13 akta kelahiran, 6 akta kematian, serta 13 perbaikan akta hanya dalam dua hari.
Bang Hafid juga memberikan sejumlah masukan kepada Disdukcapil Kota Depok:
1. Sosialisasi masif hingga tingkat RT/RW
“Jadwal di Bojongsari (8–9 Mei) dan Beji (22–23 Mei) harus viral di grup WhatsApp warga. Jangan sampai masyarakat tidak tahu, padahal ini layanan gratis,” tegasnya.
2. Jaminan nol pungli
“Semua layanan adminduk gratis. Jika ada oknum yang meminta uang, segera laporkan melalui kanal aduan resmi pemerintah kota,” lanjutnya.
3. Jadikan program rutin, bukan musiman
“Jangan berhenti di bulan Juli. Kecamatan padat seperti Tapos, Cilodong, dan Sawangan membutuhkan layanan keliling minimal dua kali dalam sebulan. Kami siap mendorong penganggarannya di APBD 2027,” imbuhnya.
Selain itu, Moh. Hafid Nasir juga mendorong agar program GLADIS TIKTOK dimanfaatkan sebagai momentum pembaruan data DTSEN. “Masih banyak warga miskin yang belum memiliki NIK valid sehingga tidak mendapatkan BPJS PBI atau bantuan pangan. Ini bisa dibenahi dari hulu selagi ada layanan keliling,” ujarnya. Ia juga diketahui bertugas di Komisi A DPRD Kota Depok.
Fraksi PKS, lanjutnya, akan meminta laporan kinerja program GLADIS TIKTOK kepada Komisi A DPRD sebagai bahan evaluasi. “Jika dampaknya baik, tentu akan kita perkuat. Pelayanan tuntas sehari harus menjadi standar Disdukcapil Depok, bukan sekadar seremoni HUT,” tutup Moh. Hafid Nasir.






