Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

badge-check


					Perbesar

Menyongsong Kopdar ke-8 LPQQ Indonesia DPD Kota Depok: Menebar Rahmat Melalui Mā’idatur Raḥmān

 

Oleh: Tim Kajian Turats LPQQ Indonesia DPD Kota Depok

 

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, tradisi makan bersama sering kali dipandang sebagai aktivitas biasa.

 

Padahal, dalam khazanah peradaban Islam, terdapat sebuah tradisi yang menjadikan hidangan bukan sekadar pelepas lapar, melainkan sarana mempererat persaudaraan, memuliakan sesama, dan menyebarkan kasih sayang. Tradisi itu dikenal dengan nama Mā’idatur Raḥmān (مائدة الرحمن).

 

Secara harfiah, Mā’idatur Raḥmān berarti “hidangan dari Ar-Rahman”, Allah Yang Maha Pengasih.

 

Namun, maknanya jauh melampaui sebuah jamuan makan. Di atas hamparan hidangan itu, perbedaan status sosial menjadi tidak berarti. Orang kaya dan miskin, musafir dan penduduk setempat, ulama, pemimpin, maupun masyarakat biasa duduk berdampingan sebagai hamba Allah yang sama-sama mengharap keberkahan-Nya.

 

Semangat tersebut berakar pada ajaran Rasulullah ﷺ. Beliau ﷺ dikenal sebagai sosok yang sangat memuliakan tamu dan mendorong umatnya untuk memberi makan kepada orang lain, terlebih kepada mereka yang sedang berpuasa.

 

Nilai itu kemudian diwariskan oleh para sahabat. Dalam berbagai riwayat sejarah disebutkan bahwa Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu membangun rumah-rumah jamuan bagi para musafir dan masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk kepedulian sosial negara terhadap warganya.

 

Dalam perkembangannya, tradisi ini memperoleh bentuk yang lebih terorganisasi di Mesir. Pada masa pemerintahan Ahmad bin Tulun pada abad ke-9 Masehi, para saudagar dan tokoh masyarakat didorong untuk membuka rumah-rumah mereka selama Ramadan dan menyediakan makanan bagi kaum dhuafa. Gerakan sosial tersebut kemudian berkembang menjadi tradisi yang dikenal luas sebagai Mā’idatur Raḥmān.

 

Tradisi itu semakin berkembang pada masa Dinasti Fatimiyah. Dapur-dapur (al mathbakh) umum dan berbagai pusat pelayanan masyarakat menyiapkan makanan dalam jumlah besar untuk dibagikan kepada jamaah masjid, musafir, serta masyarakat yang membutuhkan. Ramadan di Kairo pun identik dengan meja-meja panjang yang dipenuhi roti, kurma, sup hangat, dan berbagai hidangan berbuka puasa yang dapat dinikmati siapa saja tanpa memandang latar belakang.

 

Hingga saat ini, tradisi tersebut masih menjadi bagian yang hidup dalam budaya masyarakat Mesir. Di kawasan Al-Azhar, Al-Hussein, Sayyidah Zainab, maupun berbagai kota lainnya, masyarakat bergotong royong membuka jamuan berbuka puasa di sepanjang jalan. Tidak ada pertanyaan mengenai status ekonomi, profesi, bahkan agama. Setiap orang disambut dengan keramahan yang sama, mencerminkan nilai Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

 

Tradisi Maidatur Rahman ikut terbawa ke Nusantara, khususnya melalui jalur transmisi keilmuan pondok pesantren, sebab genealogi (sanad) Ulama Nusantara terhubung melalui jalur Makkah Al-Mukarramah dan Mesir. Tradisi makan bersama di pondok pesantren atau ngeliwet dan ngeriung diduga kuat memiliki akar akulturasi budaya yang sama dengan Maidatur Rahman yang berikatan dengan kearifan lokal bumi Nusantara pra-Islam.

 

Hakikat Mā’idatur Raḥmān bukan terletak pada kemewahan hidangan, melainkan pada nilai yang menyertainya. Ia menjadi simbol kepedulian sosial, penguat ukhuwah, sekaligus pengingat bahwa berbagi merupakan salah satu jalan mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.

 

Semangat itulah yang ingin dihadirkan dalam Kopdar ke-8 LPQQ Indonesia DPD Kota Depok yang akan diselenggarakan pada Sabtu, 25 Juli 2026. Setelah rangkaian majelis ilmu, silaturahmi, dan penguatan literasi Al-Qur’an, para peserta akan dipertemukan dalam suasana kebersamaan melalui Mā’idatur Raḥmān. Jamuan sederhana tersebut diharapkan menjadi ruang yang mempererat persaudaraan sekaligus menghadirkan keberkahan bagi seluruh peserta.

 

Tidak sedikit persahabatan lahir dari satu meja makan. Banyak pula kerja sama dan persaudaraan tumbuh karena kebersamaan menikmati hidangan yang disajikan dengan penuh keikhlasan. Dalam Islam, memberi makan bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga bagian dari ibadah yang memiliki nilai pahala besar di sisi Allah SWT.

 

Karena itu, LPQQ Indonesia DPD Kota Depok mengajak para muhsinin, para dermawan, para investor akhirat, serta seluruh pecinta Al-Qur’an untuk turut mengambil bagian dalam ikhtiar mulia ini. Setiap infaq yang diberikan akan menjadi sarana menghadirkan kebahagiaan bagi para peserta majelis ilmu sekaligus menjadi amal jariyah yang terus mengalir selama manfaatnya dirasakan.

 

Tidak semua orang memperoleh kesempatan berdakwah di hadapan banyak manusia. Tidak pula semua mampu berjuang di medan yang besar. Namun, boleh jadi Allah menghadiahkan pahala yang agung melalui amal yang tampak sederhana, seperti menyediakan hidangan bagi para penuntut ilmu Al-Qur’an yang berkumpul dalam majelis-Nya.

 

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

 

لَا تُصَاحِبْ إِلَّا مُؤْمِنًا، وَلَا يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلَّا تَقِيٌّ

 

“Janganlah engkau bersahabat kecuali dengan orang yang beriman, dan janganlah makananmu dimakan kecuali oleh orang yang bertakwa.”

(HR. Abu Dawud no. 4832 dan At-Tirmidzi no. 2395. At-Tirmidzi menilai hadis ini hasan, dan dinilai hasan oleh sejumlah ulama.)

 

Rasulullah ﷺ juga bersabda:

 

أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ… تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ بِسَلَامٍ

 

“Sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan shalatlah pada malam hari ketika manusia tidur, niscaya kalian akan masuk surga dengan selamat.”

(HR. At-Tirmidzi no. 2485 dan Ibnu Majah no. 1334. Hadis ini dinilai sahih oleh banyak ulama.)

 

Semoga Mā’idatur Raḥmān pada Kopdar ke-8 LPQQ Indonesia DPD Kota Depok menjadi wasilah turunnya rahmat Allah, mempererat ukhuwah di antara para pegiat Al-Qur’an, serta menjadi ladang amal bagi setiap orang yang mengambil bagian di dalamnya. Semoga setiap hidangan yang tersaji menjadi saksi kebaikan, setiap doa yang terpanjat menjadi penyejuk jiwa, dan setiap sedekah yang diberikan menjadi cahaya yang menerangi perjalanan menuju ridha Allah ta’ala.

Facebook Comments Box

Read More

STT-NF Kembangkan MODIVA, Sistem Monitoring Distribusi Tablet Tambah Darah di Kota Depok

17 July 2026 - 17:50 WIB

PENINGKATAN PENGELOLAAN USAHA MELALUI PENDAMPINGAN DAN PELATIHAN PENGHITUNGAN HPP BAGI PELAKU UMKM KELURAHAN RANGKAPAN JAYA, KOTA DEPOK

17 July 2026 - 10:44 WIB

Nurul Fikri Islamic School Ikuti Korea Education & Culture Familiarization Trip, Perluas Jejaring Pendidikan Internasional

15 July 2026 - 10:25 WIB

 Terbukti! Selama Kepemimpinan Ketua Barok, Forkabi Kota Depok Semakin Solid

14 July 2026 - 12:55 WIB

Camping Anak Sholeh 2026 Bekali Anak dengan Adab, Kemandirian, dan Semangat Menyambut Tahun Ajaran Baru

14 July 2026 - 07:58 WIB

Trending on Ragam