Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Mahasiswa Fakultas Teknik UI Ciptakan Tekonologi Mikrofilter untuk Kurangi Limbah

badge-check


					Mahasiswa Fakultas Teknik UI Ciptakan Tekonologi Mikrofilter untuk Kurangi Limbah Perbesar

DepokNews- Tiga mahasiswa Program Studi Teknik Perkapalan dan Teknik Lingkungan Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) menawarkan solusi teknologi mikrofilter untuk mengurangi kandungan mikroplastik dalam air limbah. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Michael Ahli (T. Perkapalan 17), Virginia Avrilla (T. Lingkungan 17), dan Jilan Athaya Lubis (T. Lingkungan 17). Limbah mikroplastik banyak berasal dari keseharian masyarakat.

Mikrofilter yang dirancang oleh mahasiswa FTUI berupa blok karbon yang memiliki pori-pori sangat kecil sehingga dapat menyaring 90% mikroplastik.Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat mikrofilter sangat mudah ditemui, harganya murah, dan instalasinya tidak sulit. Blok karbon dapat dibeli seharga Rp11.000 dan catridge seharga Rp40.000. Mikrofilter ini akan ditempatkan di outlet mesin cuci sehingga kontaminasi mikroplastik dapat dicegah dan dapat mengurangi potensi pencemaran air.

Salah satu anggota tim, Virgi menuturkan penemuan tersebut berawal dari penelitian pertama mengenai mikroplastik pada tahun 2011, ditemukan bahwa kontaminasi mikroplastik sudah meluas di perairan laut.

” Hal ini menjadi permasalahan serius yang harus segera diatasi. Oleh sebab itu, kami menawarkan sebuah solusi melalui penggunaan teknologi mikrofilter untuk mengurangi kandungan mikroplastik. Penelitian ini berfokus pada limbah mikroplastik berupa mikrofiber yang dihasilkan dari proses pencucian pakaian menggunakan mesin cuci.”ujarnya melalui pesan tertulis. Rabu (6/2019 /11).

Menurutnya limbah mikroplastik ada di sekeliling kita, salah satunya dapat ditemukan ketika melihat label pakaian, sering kita jumpai tulisan 100% nilon atau 100% poliester. Pakaian yang terbuat dari nilon dan poliester mengandung mikrofiber yang akan terlepas ketika dicuci.

” Dalam satu kali pencucian (6kg pakaian) menggunakan mesin cuci akan menghasilkan sebanyak 700.000 mikrofiber. Mikrofiber tersebut akan terbawa perairan yang kemudian dapat mencemari lautan, “katanya .

Lanjutnya Jika laut sudah tercemari, maka biota laut juga akan terkontaminasi mikroplastik. Sementara itu, nantinya manusia juga yang akan mengonsumsi ikan-ikan dari laut. Hal ini akan membentuk suatu rantai yang akan memberi dampak negatif. Maka dari itu tim FTUI ingin memutus rantai tersebut dengan menerapkan ide berupa mikrofilter untuk menyaring mikroplastik.

“Menurut tim kami, permasalahan mikroplastik sudah menjadi permasalahan massal. Maka dari itu, dibutuhkan solusi yang juga dapat disebarkan secara massal,” tutur Virgi.

Untuk kedepannya, tim mahasiswa FTUI berharap ide teknologi mikrofilter ini dapat terealisasi dan digunakan oleh masyarakat. Ide yang diusung oleh mahasiswa FTUI ini telah meraih juara 1 dalam lomba karya tulis ilmiah (LKTI) Maritime Festival 2019 yang diselenggarakan oleh Universitas Diponegoro.

Facebook Comments Box

Read More

Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi Keluarga Besar TQ Al Muttaqin Pererat Ukhuwah di Bulan Ramadhan

12 March 2026 - 20:42 WIB

Ubaidilah Dorong Daycare untuk Para Lansia di tiap kecamatan

12 March 2026 - 11:38 WIB

Ubaidilah Minta Pembayaran Program Sekolah Swasta Gratis Dipercepat

12 March 2026 - 08:37 WIB

BIPEKA DPRa PKS Tugu Cimanggis Berbagi Bingkisan Lebaran untuk Relawan Bank Sampah

12 March 2026 - 07:38 WIB

Ramadhan Berbagi: Rumah Al-Qur’an Daarut Tarbiyah Salurkan 100 Paket Sembako dan Gelar Sanlat Anak TPA

11 March 2026 - 09:21 WIB

Trending on Ragam